• BPJS-TK Batam Beri Peringatan 160 Perusahaan    

    0

    Batam, jurnalsumatra.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Batam Nagoya memanggil 160 perusahaan yang  telah mendapatkan Surat Peringatan tahap I karena belum mendaftarkan pekerjanya dalam jaminan pensiun.
    “Sebanyak 160 perusahaan skala memengah besar ini adalah yang belum ikut jaminan pensiun yang sebelumnya telah kami beri SPP I, maka tindak lanjutnya hari ini kami undang mereka untuk diberikan sosialisasi dan pemahaman,” kata Pejabat Pengganti Sementara Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, A Fauzan di Batam Kepulauan Riau, Rabu.
    Program Jaminan Pensiun merupakan wajib bagi perusahaan skala menengah dan besar, sesuai dengan Peraturan Pemerintah no.45 tahun 2015, sedangkan untuk perusahaan mikro kecil bersifat sukarela.
    Ia mengingatkan, bila perusahaan tidak juga mendaftarkan pekerjanya dalam Jaminan Pensiun BPJS, maka akan akan diberikan SPP 2, kemudian diberikan waktu 14 hari. Bila tidak juga, maka akan dilaporkan ke Kejaksaan untuk tindakan hukum.
    “Secara aturan, setelah SP 1, dilakukan pembinaan, kemudian SP 2, dilakukan lagi komunikasi dengan perusahaan kemudian, baru laporkan ke kejaksaan,” kata dia.
    Fauzan menyatakan program itu bukan saja kewajiban untuk perusahaan, melainkan kebutuhan pekerja dalam kepastian masa depannya saat sudah tidak bekerja lagi.
    Jaminan Pensiun bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak, saat kehilangan pekerjaannya karena memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total tetap.
    Di tempat yang sama, Jaksa Fungsional Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Sitinjak mengingatkan, ada sanksi yang menunggu perusahaan bila tidak mendaftarkan pekerjanya dalam Jaminan Pensiun.
    “Ada sanksi administrasi, sampai nanti pencabutan izin usaha. Kami tidak berharap sejauh itu. Itu upaya terakhir,” kata dia.
    Kejaksaan telah melakukan kerja sama dengan BPJS untuk penegakan aturan.
    Dalam kesempatan itu ia menyatakan Jaminan Pensiun tidak hanya melindungi pekerja, melainkan juga perusahaan.
    Ia percaya, pekerja yang memiliki jaminan hidupnya lebih tenang dan lebih cakap ketika melakukan tugasnya.
    “Kalau meteka dapat perlindungan, akan berdampak positif pada perusahaan dan pengusaha. Tentunya pekerja nyaman bekerja karena sudah dijamin haknya dan kepastian,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com