• BPJS Santuni Rp92 Juta Korban Kecelakaan

    0

        Serang, jurnalsumatra.com – Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Serang menyantuni korban kecelakaan kerja, Suratno (46), karyawan PT Krakatau Wajatama sebesar Rp92 juta.
    “Suratno sebagai peserta BPJS berhak menerima santunan sebesar itu karena ia murni mengalami kecelakaan kerja yaitu kecelakaan lalu lintas saat pulang kerja,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Serang Nasipiyanto di Serang, Selasa.
    BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan santunan cacat fungsi lengan kanan sebesar Rp92 juta kepada Suratno, warga Komplek Perumahan Griya Permata Asri (GPA) yang kecelakaan lalu lintas saat pulang kerja di Jalan Raya Serang Cilegon Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, pada 30 Juni 2015 pukul 23.30 selepas pulang lembur di PT Krakatau Wajatama.
    Dia menjelaskan siapa pun tenaga kerja yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, tidak pandang sudah berapa lama ia menjadi anggota, jika mengalami kecelakaan kerja maka BPJS akan menyantuninya, seperti yang dialami Suratno yang cacat lengan kanannya akibat tertabrak kendaraan.
    Nasipiyanto mengatakan santunan sebesar itu telah diterima Suratno yang diberikan langsung oleh Wakil Wali Kota Serang Sulhi Choir pada acara penutupan “Kota Serang Fair 2016” pada Senin (5/9) di Alun-Alun Kota Serang.

         Ia berharap semua warga Kota Serang dapat dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk program kecelakaan kerja, jaminan hari tua, ketenagakerjaan, kematian, dan jaminan pensiun.
    “Kami akan selalu menyosialisasikan, terutama bagi peserta program BPU (Bukan Penerima Upah) agar dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
    Total klaim yang diperoleh BPJS Ketenagakerjaan Serang per Januari sampai Agustus 2016 yaitu Rp200 miliar yang meliputi jaminan kecelakaan kerja, ketenagakerjaan, kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.
    Nasipiyanto mengatakan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya mengikutsertakan pekerja atau karyawan yang bekerja di industri atau di perusahaan lainnya, tetapi juga para pedagang, nelayan, dan petani
    “Tidak hanya petani, sasaran kami juga para pedagang, tukang ojek dan kuli panggul, yang kesemuanya perlu diikutsertakan dalam program BPJS, khususnya program JKK dan JK,” katanya.
    Ia mengatakan mangajak para petani ikut program BPJS awalnya agak kesulitan karena lokasi tempat petani yang begitu luas, sementara jumlah tenaga lapangan BPJS Ketenagakerjaan Serang terbatas, namun dengan menggandeng bank BRI masalah tersebut dapat teratasi.
    “BRI memiliki cabang sampai ke pelosok desa, dan saat ia terjun ke lapangan kami titipkan brosur BPJS, atau petugas kami ikut ‘nimbrung’ pada saat pihak BRI mengadakan sosialisasi kepada petani binaannya,” kata Nasipiyanto.
    Ia mengatakan BRI adalah salah satu mitra kerja BPJS Ketenagakerjaan Serang dalam pencairan dana peserta.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com