• BPJS Ketenagakerjaan Berikan Edukasi Pasar Rakyat Kawal

    0

        Bintan, jurnalsumaa.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan memberikan Edukasi Pasar Rakyat kepada pekerja bukan penerima upah (BPU) di Kawal, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
    “Tujuannya untuk memberikan pemahaman agar masyarakat bisa membedakan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan,” kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang Jefri Iswanto, di Pasar Kawal, Minggu.
    Menurutnya, edukasi tersebut dikhususkan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja bukan penerima upah (BPU) atau sektor informal di Kawal, Kabupaten Bintan, seperti pedagang, petugas parkir, nelayan, asisten rumah tangga pekerja mandiri dan lain sebagainya.
    Menurutnya, banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya jika tenaga kerja mengalami kecelakaan kerja, maka biaya pengobatan dan perawatan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan tanpa peserta harus mengeluarkan uang.
    “BPJS Ketenagakerjaan ini adalah program yang wajib diikuti tidak hanya oleh pekerja di sektor penerimah upah namun juga wajib diikuti oleh pekerja bukan penerimah upah,” ujarnya lagi.

         Dalam kesempatan tersebut, Jefri juga menjelaskan mekanisme menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, yaitu dengan melampirkan kartu tanda penduduk dan nomor telepon genggam.
    Iurannya sangat kecil hanya Rp16.800 untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) per bulan. Seandainya peserta berkeinginan mengikuti program Jaminan Hari Tua (JHT) cukup tambah Rp20.000, jadi jika kita mengikuti program ketiganya total iuran Rp 36.800, kata Jefri lagi.
    Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan Hasfarizal Handra mengimbau agar BPJS Ketenagakerjaan dapat melakukan sosialisasi di seluruh Kabupaten Bintan.
    “Program BPJS ketengakerjaan ini adalah program pemerintah yang wajib diikuti dan wajib dilaksanakan, sehingga pada akhirnya kita dapat mencapai masyarakat Indonesia yang seluruh kehidupannya dari lahir sampai meninggal dijamin oleh negara,” ujarnya pula.
    Hasfarizal menambahkan program yang dulu bernama Jamsostek tersebut kini menjelma jadi BPJS Ketenagakerjaan.
    Karena itu, ia berharap BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan bagi seluruh tenaga kerja, baik sektor penerima upah maupun bukan penerima upah.
    Lurah Kawal Vebbi berencana menjadikan program edukasi dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai kegiatan rutin tahunan dan dimuat dalam program kerja lurah.
    “Ke depan kami berencana mengundang para pelaku usaha mikro di Kawal untuk mendapatkan pencerahan tentang jaminan sosial bagi tenaga kerja,” ujarnya lagi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com