• BPBD Sleman Gelar Lomba Antarkomunitas Relawan Bencana

    0

    Sleman, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar lomba mendirikan tenda pengungsian antarkomunitas relawan sebagai upaya pembinaan bagi komunitas relawan.
    Lomba yang dibuka Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mewakili Bupati Sleman ini berlangsung di Lapangan Denggung, Sleman, selama dua hari, Sabtu dan Minggu (4/9) dan diikuti 23 tim.
    “Erupsi Merapi, gempa bumi, kekeringan, bencana angin puting beliung, petir, kebakaran, dan longsor adalah sebagian contoh dari resiko bencana alam yang dihadapi masyarakat Sleman,” kata Sri Muslimatun.
    Ia mengatakan kesiapsiagaan menghadapi bencana oleh masyarakat itu yang kemudian melahirkan kelompok-kelompok komunitas relawan di Sleman yang saat ini sudah mencapai 49 komunitas relawan dan total 1.600 relawan yang terdata di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman dan tergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS).
    “Dalam setiap mitigasi bencana, dukungan dari masyarakat dan tim relawan mutlak diperlukan. Untuk itu relawan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana, dengan harapan kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah-langkah yang tepat dalam meminimalisir bahkan untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa,” katanya.
    Menurut dia, salah satu unsur penting dalam penanggulangan bencana adalah keterampilan khusus pendirian tenda darurat untuk pengungsi.
    “Relawan dituntut untuk mampu mendirikan tenda dengan cepat dan tepat, yang di dalamnya membutuhkan kekompakan, ketelitian, dan stamina,” katanya.
    Sri Muslimatun mengatakan Pemkab Sleman sangat berterimakasih kepada para relawan maupun organisasi tanggap bencana atas dedikasi dan pengabdiannya kepada masyarakat Sleman.
    “Ini mencerminkan kekuatan kearifan lokal dan semangat kebersamaan dalam kesiapsiagaan masyarakat dalam penggulangan bencana di wilayah Kabupaten Sleman,” katanya.
    Ia mengatakan diharapkan event ini bukan semata-mata merupakan ajang kompetisi saja, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi para relawan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kapasitas, dan kesigapannya bukan saja dalam tindakan-tindakan emergency, tetapi juga dalam koordinasi dan prosedur penanganan kebencanaan.
    “Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan relawan, meningkatkan kesiapsiagaan relawan dan meningkatkan kekompakan antar relawan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com