• BPBD Imbau Warga Waspadai Bencana Peralihan Musim

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengimbau seluruh warga di provinsi berkarakter kepulauan itu untuk mewaspadai bencana yang kapan saja bisa terjadi pada peralihan musim saat ini.
    “Saat ini wilayah NTT memasuki peralihan musim yang telah memicu angin kencang, gelombang tinggi, dan intensitas hujan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Provinsi NTT Tini Thadeus kepada Antara di Kupang, Selasa.
    Menurut dia, dalam kondisi peralihan musim yang telah memantik terjadinya gelombang tinggi dan angin kencang serta hujan itu, tentu akan memberikan dampak buruk jika masyarakat tidak mengantisipasinya.
    Misalnya, terkait dengan gelombang tinggi, para nelayan diminta tetap waspada. Begitu pula, para pengguna pelayaran untuk mengantisipasi hal itu.
    Setiap daerah di seluruh wilayah provinsi selaksa pulau itu berpotensi terkena bencana. Oleh karena itu, menurut dia, penting untuk tetap waspada.

         Selain hal itu harus diwaspadai, kata dia, antisipasi penanggulangan dan penanganan darurat juga harus dilakukan pemerintah di daerah masing-masing.
    Penyediaan sejumlah beras cadangan dan bantuan makanan serta sejumlah perlengkapan juga penting disediakan sejak dini.
    “Beras cadangan sudah setiap tahun dianggarkan di setiap kabupaten dan kota sebanyak 100 ton. Hal itu bisa dimanfaatkan jika terjadi bencana,” kata Tini Thadeus.
    Ia juga meminta pemda untuk beroordinasi dengan semua pihak, termasuk dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang. Hal ini penting untuk mengambil langkah-langkah antisipatif.
    Dalam laporannya, BMKG Kupang menyatakan bahwa NTT sedang memasuki peralihan musim dari kemarau ke musim hujan dengan dipicu angin kencang dan gelombang tinggi.
    Beberapa wilayah di NTT terjadi hujan lokal dengan intensitas sedang meski secara keseluruhan wilayah ini masih mengalami kemarau hingga pertengahan September dengan rata-rata curah hujan mencapai 0 s.d. 25 milimeter.
    Meski musim kemarau bisa terjadi hujan bersifat lokal dan sporadis seperti yang terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Pulau Flores, Sumba, dan Alor, serta Sabu.
    Diperkirakan musim hujan di NTT akan terjadi awal November 2016. Sementara itu, beberapa daerah, seperti Manggarai bagian tengah, musim hujan diperkirakan mulai terjadi di awal Oktober.
    Untuk Pulau Sumba bagian utara, Alor, Sabu Raijua, dan Rote, serta beberapa kabupaten di Pulau Timor, musim hujan akan terjadi awal November 2016.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com