• BMKG: Terdeteksi 15 titik panas di Sumsel

    0

    Palembang ,jurnalsumatra.com – Sebanyak 15 titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang tergolong cukup rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, kata pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika setempat.

    “Berdasarkan pantauan melalui satelit, hari ini terdapat 15 titik panas di sejumlah kabupaten dan kota dalam provinsi ini, kondisi tersebut perlu diwaspadai agar tidak memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan bencana kabut asap seperti 2015 lalu,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan Indra Purnama, di Palembang, Jumat.

    Selain di Sumsel, katanya, titik panas terdeteksi di enam provinsi wilayah Sumatera lainnya yakni di Sumatera Barat satu titik panas, Bengkulu, Jambi dan Lampung tiga titik, Sumatera Utara lima titik, dan paling banyak terdeteksi di Riau mencapai 31 titik panas, katanya.

    Menurut dia, titik panas yang terpantau melalui satelit di wilayah Sumatera Selatan dan beberapa provinsi lainnya di wilayah Sumatera itu akhir-akhir mulai sering terdeteksi satelit, namun jumlahnya turun naik dan relatif sedikit.

    Meskipun jumlahnya masih relatif sedikit, pemerintah daerah dan masyarakat yang berada di daerah yang mulai terdeteksi titik panas diimbau agar meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan hutan.

    Dengan kewaspadaan yang tinggi dan pengawasan lingkungan secara maksimal, diharapkan dapat dicegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat menyebabkan terjadinya bencana kabut asap yang dapat mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat seperti yang terjadi pada tahun lalu, ujar Indra.

    Dia menjelaskan, sejak memasuki musim kemarau hingga sekarang ini pihaknya aktif melakukan berbagai kegiatan yang dapat mendukung upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi setempat selalu berkoordinasi dengan pihaknya untuk memantau perkembangan titik panas dan melakukan operasi pemadaman melalui udara maupun darat.

    Selain itu, untuk mencegah terjadi bencana kabut asap yang parah pada musim kemarau tahun ini, masyarakat dan perusahaan perkebunan yang berada di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin diimbau agar tidak melakukan pembakaran untuk membersihkan lahan dari rumput, ranting pepohonan, dan sisa hasil panen.

    Melakukan pembakaran lahan pertanian dan perkebunan, bisa menimbulkan bencana kabut asap yang dapat mengganggu berbagai akttivitas dan kesehatan masyarakat serta tindakan itu merupakan pelanggaran hukum, kata Indra.

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com