• BMKG: kondisi cuaca di Palembang berawan

    0

    Palembang ,jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatera Selatan memprakirakan kondisi cuaca di Kota Palembang berawan.

    “Hari ini (Sabtu) Kota Palembang diprakirakan berawan dengan suhu udara berkisar 24-33 derajat Celsius, kelembaban udara berkisar 55-96 persen, kecepatan anginnya sekitar 15 kilomter per jam dengan arah angin menuju tenggara,” kata Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan Indra Purnama, di Palembang, Sabtu.

    Sementara 16 kabupaten dan kota Sumatera Selatan lainnya seperti Kota Baturaja, Kayu Agung, Muaraenim, Lahat, Musirawas, Sekayu, Pangkalanbalai, Martapura, Muaradua, Indralaya, Tebingtinggi, Pagaralam, Lubuklinggau, Prabumulih, Talangubi, dan Muara Rupit diprakirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Daerah yang diprakirakan hujan ringan itu memiliki suhu udara berkisar 22-33 derajat Celsius, kelembapan udara berkisar 57-98 persen, kecepatan angin sekitar 15 km/jam dengan arah angin daerah ini sebagian besar menuju tenggara kecuali Muaradua arah anginnya menuju barat daya, katanya.

    Dalam kondisi kemarau basah pada 2016 ini, wilayah Sumsel terdapat cukup sering turun hujan sehingga ancaman bencana kabut asap seperti tahun lalu tidak perlu dikhawatirkan.

    Dalam kondisi kemarau basah tahun ini dan mulai datangnya musim hujan, kemungkinan terjadinya titik api yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan penyebab bencana kabut asap relatif kecil, namun penyebab bencana itu harus tetap diwaspadai karena pada kondisi tertentu cuaca sangat panas dan berpotensi munculnya titik panas (hotspot) seperti yang terdeteksi beberapa hari terakhir.

    Berdasarkan data sepanjang September 2016 ini terdeteksi lima hingga 13 titik panas di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang tergolong cukup rawan kebakaran hutan dan lahan seperti Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.

    Titik panas di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota Sumsel itu akhir-akhir mulai sering terdeteksi satelit, namun jumlahnya turun naik dan relatif sedikit karena sering turun hujan.

    Meskipun jumlahnya relatif sedikit, pemerintah daerah dan masyarakat yang berada di daerah yang mulai terdeteksi titik panas diimbau agar meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan hutan.

    Dengan kewaspadaan yang tinggi dan pengawasan lingkungan secara maksimal, diharapkan dapat dicegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat menyebabkan terjadinya bencana kabut asap yang dapat mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat seperti yang terjadi pada 2015, ujar Indra.

    Sementara Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan bahwa pihaknya berupaya secara maksimal melakukan tindakan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan agar provinsi ini terhindar dari masalah kabut asap seperti yang terjadi pada tahun lalu.

    Untuk melakukan pencegahan, disiapkan sejumlah operasi pemadaman darat dan udara dan dibentuk satuan tugas pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan ketua Danrem 044 Garuda Dempo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, kata gubernur.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com