• Becak dan Bentor Kian Meresahkan Warga Pengguna Jalan

    0
    Becak dan Bentor Kian Meresahkan Warga

    Becak dan Bentor Kian Meresahkan Warga

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Kehadiran becak dan becak motor (bentor) dikawasan tertib lalulintas (ktl) sudah sangat meresahkan, padahal trasportasi yang ilegal ini dilarang karena tidak ada standar keselamatan penumpang, oleh karena itu masyarakat diminta untuk tidak menaiki kendaraan ketika berada di KTL.

    “Mode trasportasi ini sudah dilarang sejak dulu, karena menganggu arus lalulintas, yang tidak kalah penting trasportasi ini tidak ada standar keselamatan bagi penumpangnya,”kata Kabid engawasan Dan Oprasional (Wasdalops) Isran Edi, Ahad ((25/9).

    Menurut Edi, becak maupun bentor hanya beroperasi dikampung saja, kalaupun sudah memasuki jalan protokol sudah tidak diperbolehkan, meskipun sudah sering ditertibkan namun mereka ini masih saja beroperasi.

    “Sudah sangat sering ditertibkan karena keterbatasan personil sehingga masih banyak yang beroperasi, oleh karena itu kami mengingatkan kepada penguna untuk tidak melangar anturan yang ada,”jelasnya.

    Agar mode trasnportasi ini semakin berkurang, Dishub Palembang dalam satu minggu melakukan razia terutama bentor, karena bentor paling meresahkan dibanding becak, dalam setiap razia puluh bentor dikandangkan.

    “Sekarang ini sudah ada sekitar 170 yang kami tertibkan atas atas razia yang digelar, tidak hanya ditertibkan bentor ini kami potong sehingga becak terpisah dari badan kendaraan roda dua, dengan langkah ini tidak ada lagi bentor yang beroperasi,”ungkapnya.

    Sementara itu, Anggota DPRD Palembang, Chandra Darmawan memengatakan pihaknya akan mempertanyakan kepada Dishub dalam menertibkan bentor maupun becak yang banyak beroperasi di kawasan tertib lalu lintas. Karena kendaraan ini sudah sangat meresahkan.

    “Sejauh mana aturan yang dijalani dalam menertibkan becak maupun bentor, karena di lapangan mode transportasi ini masih marak, nanti akan kami pertanyakan langsung,”ujar Chandra.

    Pihaknya tidak melarang warga untuk mencari nafkah dengan berporfesi sebagai sopri bentor maupun becak, namun alangkah baiknya jiga mereka ini beroperasi sesuai dengan aturan yang ada, jangan sampai berlalulintas di ktl padahal itu sudah dilarang dalam Perda.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com