• BEA Cukai Bandarlampung Sita Produk Kelautan-Pertanian

    0

    Bandarlampung, jurnalsumatra.com- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandarlampung selama periode April hingga Juni 2015 telah melakukan tindakan terhadap pelanggaran kepabeanan berupa ekspor produk kelautan dan impor pertanian.
    “Produk yang disita berupa ekspor ‘salted jelly fish’ atau ubur-ubur sebanyak 2.100 drum  atau seberat 44.100 kilogram,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Bandarlampung, Muhamad Lukman, di Bandarlampung, Rabu.
    Ia menyebutkan, penyitaan itu dilakukan karena kelengkapan dokumen menunjukkan bahwa eksportasi komoditas tersebut tidak dilengkapi sertifikat Hazard Analysis Control and Critical Point (HACCP) dan Health Certificate (HC).
    Ekspor komoditas tersebut, lanjutnya, diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan.
    Menurutnya, apabila ekspor komoditas ini lolos maka akan membahayakan konsumen yang mengkonsumsi barang tersebut karena belum dinyatakan layak dikonsumsi manusia.
    “Apabila dikonsumsi dan menimbulkan permasalahan di luar negeri dikhawatirkan dapat menyebabkan ditolaknya produk kelautan asal Indonesia,” katanya.
    Sebagai tindaklanjut dari pelanggaran tersebut, KPPBC TMP B Bandarlampung telah mencegah eksportasi, melakukan penyegelan, dan melimpahkan berkas barang berupa ubur-ubur tersebut ke Stasiun Karantina Ikan Kelas I Panjang untuyk dilakukan tindakan lebih lanjut.
    KPPBC TMP B Bandarlampung juga telah menyita produk pertanian berupa benih wortel sebanyak 1.062,5 kg dan benih semangka sejumlah 12,5 kg.
    “Kami menyita komoditas tersebut karena importasinya tidak diberitahukan dan tidak dilengkapi izin impor dari Menteri Pertanian,” kata Muhamad Lukman.
    Perbuatan tersebut lanjutnya, dapat menimbulkan ancaman terhadap pertanian dalam negeri karena benih tersebut dapat mengandung organisme pengganggu tumbuhan yang berbahaya atau menular yang dapat merusak sumber daya alam hayati nasional.
    Sebagai tindaklanjut dari pelanggaran tersebut, KPPBC TMP B Bandarlampung telah mencegah importasi, melakukan penyegelan, dan melimpahkan berkas komoditas tersebut ke Stasiun Karantina Ikan Kelas I Panjang untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com