• BBPOM Temukan Ribuan Obat Ilegal Di Padang

    0

         Padang, jurnalsumatra.com – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menemukan ribuan butir obat dan jamu ilegal di Padang saat inspeksi mendadak (Sidak) di dua lokasi pada Jum,at (16/9) malam.
    “Sidak ini merupakan tindaklanjuti penemuan obat dan jamu ilegal oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan  (BPOM) serta Bareskrim Polri di Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu,” kata Kepala BBPOM  Padang, Zulkifli, di Padang.
    Dua lokasi penemuan obat dan jamu ilegal tersebut berada di pasar Tarandam dan Seberang Padang, Padang.
    Berdasarkan sidak tersebut pihaknya menemukan obat dan jamu yang peredarannya sudah lama dilarang oleh pemerintah namun hingga saat ini obat dan jamu tersebut masih ditemukan dijual di apotek setempat.
    “Adapun obat dan jamu tersebut yaitu Dextro, obat kuat, dan jamu pegalinu,” sebutnya.
    Ia menambahkan Dextro atau Dextrometorphan pada awalnya digunakan untuk obat batuk namun dalam perkembangannya obat tersebut disalahgunakan oleh para remaja untuk mendapatkan sensasi berhalusinasi sehingga banyak ditemukan remaja yang meninggal karena overdosis.
    “Oleh karena itu pemerintah telah melarang peredaran Dextro semenjak tahun 2013,” ujarnya.

         Sedangkan obat dan jamu kuat yang ditemukan pada sidak tersebut merupakan obat dan jamu yang telah dicampurkan dengan bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan pengonsumsinya.
    “Sebenarnya kami rutin melakukan sidak terkait hal ini, namun ada saja ditemukan obat dan jamu ilegal, akan tetapi kami akan terus melakukan sidak agar masyarakat di Sumbar aman dari peredaran obat dan jamu ilegal” sebutnya.
    Ia mengatakan berdasarkan keterangan si penjual obat dan jamu tersebut didapatkan dari tawaran oleh  distributor yang bukan distributor resmi.
    Untuk menindaklanjuti temuan tersebut pihaknya akan memanggil si penjual obat atau apoteker guna mencari siapa yang menjual obat tersebut kepada mereka.
    Saat ini  pihaknya telah menyita obat dan jamu hasil sidak tersebut untuk dimusnahkan.
    Sebelumnya BBPOM dan Mabes Polri menggerebek lima pabrik obat ilegal di Tangerang, Banten pada Jumat (2/9).
    dDan menyita miliaran butir obat ilegal dengan nilai mencapai Rp30 Miliar dan disinyalir sudah beredar di seluruh Indonesia.
    Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito mengatakan obat yang disita berjenis Trihexyphenydyl, Heximer, Tramadol, Carnophen, Somadryl, dan Dextrometorphan
    “Obat-obat tersebut bisa menyebabkan efek halusinasi yang berbahaya bagi masyarakat,” ungkapnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com