• Barito Utara Periksan Hewan Kurban

    0

         Muara Teweh, jurnalsumatra.com – Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah  melaksanakan pemeriksaan terhadap hewan-hewan yang akan digunakan untuk ibadah kurban.
    “Pengecekan hewan kurban ini dilakukan di seluruh wilayah kecamatan yang ada di daerah ini untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan memenuhi syarat-syarat kurban,” kata Kepala Bidang Pengendalian Hama dan Penyakit pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara, Akhmad Doyen Alianor di Muara Teweh, Jumat.
    Ppengecekan terhadap hewan kurban ini dilaksanakan sejak Senin (5/9) sampai saat ini berdasarkan tim pemantau hewan kurban di lokasi peternakan maupun penampungan hewan kurban, belum ditemukan adanya hewan kurban yang tidak memenuhi syarat kurban sesuai standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).
    “Laporan dari beberapa kecamatan yang telah masuk hasil pengecekan terhadap 165 ekor sapi dan 92 ekor kambing, di 11 titik lokasi yang menjadi tempat peternakan dan penampungan hewan kurban, masih belum ada ditemukan hewan yang tidak memenuhi syarat kurban,” katanya.

         Doyen mengatakan, untuk tempat penampungan dan peternakan yang menyediakan hewan kurban, yang dilakukan pengecekannya tahun ini oleh Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Barito Utara ada mengalami peningkatan.
    Jumlah masyarakat yang akan berkurban tahun ini kemungkinan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yakni data tahun 2015 hewan kurban sapi 283 ekor dan kambing 336 ekor. Sedangkan perkiraan hewan kurban tahun ini sekitar 197 ekor sapi dan kambing sebanyak 211 ekor.
    Hal ini disebabkan karena perekonomian masyarakat Barito Utara yang sekarang ini masih belum stabil seperti dulu, dimana harga karet dan rotan sekarang anjlok, serta banyaknya perusahaan yang melakukan pengurangan terhadap karyawannya.
    “Kami menyambut baik para penampung dan peternak sapi dan kambing yang telah proaktif meminta kepada pihaknya, untuk melakukan pengecekan terhadap hewan-hewan yang akan mereka jual kepada masyarakat untuk ibadah kurban,” ujarnya.
    Dia menambahkan, selain untuk memastikan hewan yang akan digunakan untuk ibadah kurban benar-benar memenuhi persyaratan kurban, pengecekan yang dilakukan pihaknya juga bertujuan menyelamatkan sapi betina produktif maupun sapi betina yang sedang bunting dari kematian.
    “Ini juga sesuai dengan kebijakan kementrian pertanian, dalam rangka meningkatkan populasi hewan tenak menuju swasembada daging nasional,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com