• Banggar DPRP Apresiasi Raihan WTP Pemprov Papua

    0

         Jayapura, jurnalsumatra.com – Badan Anggaran DPRP Papua mengapresiasi capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dari BPK Wilayah Papua atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2015.
    “Pencapaian opini tersebut tentunya tidak mudah, melainkan melalui kerja keras melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap tata kelola keuangan daerah,” ujar Anggota Banggar DPRP Papua Kristina R.I. Luluporo, di Jayapura, Kamis.
    Ia memandang gubernur telah berhasil membenahi tata kelola aset daerah dan menerapkan standar akutansi pemerintah berbasis akrual atas penyusunan LKPD 2015.
    Kristina yang membacakan Laporan Pendapat Banggar DPRP Papua terhadap Rancangan Perda tentang LKPJ gubernur dan Rancangan Perda Perubahan APBD 2016, menekankan kesuksesan tersebut menjadi titik awal beban berat bagi para pengelola keuangan.

         “Banggar mengajak kita semua berkomitmen bersama-sama mempertahankan opini WTP tersebut dengan mengelola keuangan daerah secara tertib, efektif, efisien, ekonomis, transparan, taat pada pertauran dan bertanggung jawab,” kata dia.
    Terhadap realisasi Pendapatan Asli Daerah 2015 yang mencapai 98,48 persen dari target, Banggar menyatakan keprihatiannya, namun juga mengapresiasi upaya Pemprov Papua dalam meningkatkan pendapatan daerah.
    “Banggar mengharapkan agar pencapaian target ini dapat ditingkatkan terus, sehingga kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah yang sebesar 7,73 persen dapat ditingkatkan pada tahun anggaran berikutnya,” ujarnya lagi.
    Sebelumnya, emerintah Provinsi Papua mengajukan APBD Perubahan 2016 menjadi Rp13,07 triliun dari sebelumnya direncanakan dalam APBD induk sebesar Rp12,43 triliun.
    Gubernur Papua Lukas Enembe, di Jayapura, Selasa, menjelaskan target Pendapatan Asli Daerah 2016 mengalami kenaikan menjadi Rp1,16 triliun dari sebelumnya Rp1,09 triliun.
    “Penerimaan dari dana perimbangan direncanakan pada APBD induk sebesar Rp4,30 triliun mengalami penurunan menjadi Rp3,96 triliun,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com