• Ayah Tega Habisi Anak Balita

    0

    unnamed (67)KAYUAGUNG, jurnalsumatra.com – Entah setan apa yang merasuki Manap (30) warga jalur 1 Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, hingga tega menganiaya anaknya Rendi Pratama (3,5) hingga tewas.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, penganiayaan tersebut dilakukan tersangka Manap hanya karena anaknya Rendi berak dicelana sehingga membuat Manap naik pitam, lalu menganiaya hingg meregang nyawa, Sabtu (17/9) malam sekira pukul 19.30 WIB.

    Menurut pengakuan tersangka kejadian tersebut bermula saat itu dirinya pulang ke rumah dan diberitahu anak pertamanya yang berumur lima tahun kalau adiknya berak di celana.

    Melihat hal itu, tersangka bukannya mencuci tubuh anak kandugnya malah marah- marah. Tak sampai disana, sang anak dipukuli korban menggunakan tangannya di bagian kepala dan muka secara berulang kali. Juga memukul kaki korban menggunakan kayu.

    Korban saat itu terus menangis dan merasa sakit hingga dini hari menjelang pagi, kondisi tubuhnya melemah, selanjutnya ibu tiri korban Nuriyah membawa korban ke Praktek dokter Wika  di desa Bumiagung, karena lukanya cukup parah oleh dokter Wika, korban di rujuk ke RSUD Kayuagung, dalam perjalanan ke rumah sakit korban sudah pingsan, pada pukul 16.00 WIB, Minggu (20/9) korban meninggal dunia di RSUD Kayuagung.

    “Baru kali itulah aku mukul, kesal karena baru pulang istri ngomel sama anak berak di celana. Jadi aku marahi kenapa berak dicelana,” ujar petani karet ini yang mengaku khilaf karena emosi.

    Tersangka mengaku memukul anaknya menggunakan kayu kecil di bagian kaki, kemudian dia memukul menggunakan tangan kosong di bagian muka dan kepala. “Kayu cuma saya pukulkan ke kakinya pak, pakai kayu kecil, kemudian saya tampar pakai tangan kosong di muka dan kepala,” aku pria yang sudah tiga kali menikah ini.

    Kapolres OKI AKBP Amzona Pelamonia, SIK didampingi Kapolsek Lempuing AKP Agus Irwantoro, mengatakan bahwa kasus tersebut terungkap setelah pihak kepolisian Polsek Lempuing mendapat laporan dari warga tempat korban tinggal.

    “Menurut laporan warga, korban ini meninggal tidak wajar, sebelumnya sempat dipukul ayahnya, kita langsung tindaklanjuti laporan tersebut, ternyata informasi itu akurat, sehingga ayah korban kita tetapkan tersangka dan langsung kita tahan,” ungkap Kapolres.

    Dijelaskan Kapolres bahwa tersangka memang dikenal tempramental dan suka marah- marah. Korban sudah dua kali cerai dan memiliki satu anak dari istri kedua. Pernikahan yang ketiga memiliki satu anak tiri.

    “Tersangka dijerat tindak pidana kekerasan terhadap anakyang menyebabkan meninggal dunia sesuai dengan pasal 80 ayat 3 dan 4 UU 35 tahun 2014 perubahan UU 23 tahun 2002 perlindungan anak,” tukasnya.(ata)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com