• Atlet NTT Gelar Kompetisi Utama Hadapi PON

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Satu pekan menjelang keberangkatan ke PON XIX 2016 di Bandung, Jawa Barat, atlet sepak takraw NTT terus memacu latihan intensif dengan simulasi kompetisi utama, berupa permainan (game) seperti pertandingan yang berlangsung di arena PON.
    “Kita pacu empat hingga lima game untuk daya tahan tubuh serta stamina atlet. Kita persiapkan permainan minimal empat set atau extra set. Dan ternyata pada pertandingan set satu hingga set empat kondisi atlet takraw NTT tetap stabil,” kata Asisten pelatih sepak takraw NTT, Eduard Penuweo kepada wartawan di Kupang, Kamis.
    Dia mengemukakan hal itu, menjawab pertanyaan seputar kesiapan atlet sepak takraw menjelang keberangkatan ke PON di sela sela latihan para atlet di lapangan Sansiro Pitoby Sport Center.
    Menurut dia, kondisi atlet takraw NTT saat ini dalam kondisi siap tanding.

         “Mental mereka sangat siap. Mereka sangat terpacu karena saat ‘try out’ melawan tim takraw DKI di nomor dobel, takraw NTT menang. Sedangkan di nomor regu kalah tipis,” katanya.
    Juga saat bertanding dengan tim takraw Sulsel, takraw NTT menang, katanya.
    Sukses ini memacu semangat anak-anak bahwa NTT bisa, dan tidak kalah dengan tim DKI maupun Sulsel yang memiliki nama ‘besar’ di cabang sepak takraw, katanya.
    Manajer tim takraw NTT, Ana Kadja Koro mengaku dirinya terus memberikan semangat anak-anak agar tetap, dan terus bersemangat dan harus percaya diri bahwa ‘NTT Bisa’.
    “Slogan sepak takraw NTT saat ini adalah ‘NTT Bisa’, kata Ana Koro.
    Pada PON Jawab Barat 2016, Nusa Tenggara Timur menyertakan lima atlet dari cabang olahraga sepak takraw.
    Kelima atlet itu adalah Roslin Dida, Yanthi L Nawa, Mega Boboy, Erlin Lobo Mone dan Marice Riwu.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com