• Aries Suradnyana Raih Anugerah Bunda PAUD Nasional      

    0

    Singaraja, jurnalsumatra.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Bali,  Nyonya Aries Sujati Suradnyana  meraih penghargaan nasional Anugerah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2016 atas kerja kerasnya membangun pendidikan dini di daerah itu.
    “Kami mulai dari membentuk tim Bunda PAUD hingga melibatkan instansi terkait untuk menyukseskan program PAUD di Kabupaten Buleleng,” kata Aries di Singaraja, Bali, Sabtu.
    Ia mengatakan, beberapa program unggulan sudah disusun bagaimana memaksimalkan pendidikan usia dini di Buleleng dan salah satu yang menonjol adalah program menegerikan Taman Kanak-kanak (TK) yang ada di kabupaten ujung utara Pulau Dewata itu.
    “Mungkin program-program tersebut yang menjadi tolak ukur dari Bunda PAUD tingkat Nasional untuk memberikan kami penghargaan. Dan tentunya saya tidak bekerja sendiri, ada tim PAUD yang kami bentuk dan melibatkan instansi terkait yang dipimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng,” Jelasnya.
    Kabupaten Buleleng sebelumnya hanya memiliki tiga TK negeri dan  setelah ia dinobatkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, kini di Buleleng sudah ada 17 TK Negeri yang tersebar di berbagai Kecamatan.
    Istri Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana itu mengaku berani menegerikan TK di Buleleng karena kewenangan SMA/SMK sudah pindah ke Provinsi, sehingga dana itu yang dimanfaatkan untuk menegerikan TK di Buleleng.
    “Pada tahun 2014, di Buleleng hanya ada tiga TK Negeri dan sekarang kami sudah menegrikan TK di Buleleng sebanyak 14 TK Swasta. Sehingga sekarang Buleleng memiliki 17 TK Negeri,” pungkasnya.
    Tidak berhenti sampai disitu, Ny. Aries Suradnyana yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng ini merencanakan inovasi lain untuk meningkatkan kualitas PAUD di Buleleng.
    Ia merencanakan membangun TK Inklusi yang dipusatkan di Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan. TK Inklusi adalah sistem penyelegaraan pendidikan yang meberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.
    “Proyek percontohan selanjutnya adalah, Kami ingin menggabungkan anak-anak yang memiliki kelainan dengan anak normal dengan membangun TK Inklusi agar mereka memiliki rasa empati sehingga mereka bisa membaur menjadi satu,” harapnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com