• APBD NTT Tak Mampu Biayai Pembangunan EBT

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Angelino da Costa mengatakan, Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD), tidak mampu membiayai pembangunan energi baru terbarukan (EBT) berskala sedang sampai besar.
    “APBD NTT hanya bisa  menjawab persoalan listrik di wilayah pedesaan melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tersebar. Tidak bisa membiayai pengembangan EBT dengan skala yang lebih besar,” kata Angelino da Costa kepada Antara di Kupang, Selasa, terkait kendala pengembangan EBT di provinsi berbasis kepulauan itu.
    Wakil Presiden Yusuf Kalla menekankan pentingnya pemerintah memanfaatkan berbagai variasi sumber energi agar Indonesia tidak mengandalkan satu energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan tidak menimbulkan masalah.
    Sejumlah daerah mulai mengembangkan EBT surya, panas bumi, angin, air, sampah atau biomasa dan mikrohidro.

         Menurut dia, untuk pengembangan PLTS terpusat maupun pengembangan potensi EBT lainnya, pemerintah dan DPRD hanya bisa berharap ada campur tangan pemerintah pusat dan swasta.
    Tanpa campur tangan pemerintah pusat dan swasta, maka potensi EBT yang ada di daerah itu tidak mungkin bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah itu, kata anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Amanat Nasional itu.
    “Saat ini, pemerintah dan DPRD terus berupaya meyakinkan pemerintah pusat agar mau memberi perhatian pada pengembangan energi alternatif di NTT,” katanya.
    Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Nusa Tenggara Timur Boni Marasina secara terpisah mengatakan, pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di provinsi berbasis kepulauan itu terkendala pembiayaan.
    “Kita punya potensi EBT, tetapi untuk mengembangkannya diperlukan pembiayaan yang cukup besar dan APBD provinsi tak sanggup membiayai,” kata Boni Marasina.
    APBD NTT kata dia, hanya bisa digunakan untuk mengatasi masalah listrik di pedesaan melalui PLTS tersebar.
    Itupun dilakukan secara bertahap, hanya untuk beberapa desa saja pada setiap tahun anggaran, katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com