• AP Bayar Ganti Lahan Bandara Kulon Progo

    0

        Kulon Progo, jurnalsumatra.com – PT Angkasa Pura I mulai melalukan pembayaran ganti untung kepada warga terdampak calon lokasi bandara di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/9).
    Project Manager New Yogyakarta International Airport Kulon Progo Sujiasto di Kulon Progo, Rabu, mengatakan tahapan demi tahapan rencana pembangunan bandara mulai konsultasi publik, keluar izin penetapan lokasi (IPL), proses penentuan tim penilai, pengukuran lahan, dan penilaian, musyawarah, dan tahap pembayaran.
    “Pada tahap pembayara ini, sesuai dengan rencana, masing-masing desa. Kami mengaju pada udang-undang, bahwa nilai ganti untung secara wajar dan layak. Lahan dinilai tim penilai secara independen dan profesional. Sebagai ketua pelaksana yakni Kepala Kanwil BPN DIY dalam pengadaan tanah,” kata Sujiastono.
    Ia mengatakan pasca pembayaran ganti untung, PT Angkasa Pura I (Persero) tidak akan lepas tangan begitu saja tetapi turut mengawal masyarakat agar dapat memanfaatkan uangnya secara benar.
    Angkasa Pura I akan tetap mengawal masyarakat dengan bantuan atau pendampingan agar masyarakat dapat menggunakan dan memanfaatkan uangnya secara cermat dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat itu sendiri.

        “Kami juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah ikhlas menyerahkan lahan dan bangunannya yang merupakan bukti dukungan dari masyarakat untuk kelancaran pembangunan bandara baru New Yogyakarta International Airport,” kata Sujiastono.
    Bandara baru di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo menggunakan lahan di lima desa yaitu Glagah, Palihan, Sindutan, Jangkaran, Kebonrejo dengan luas wilayah yang digunakan dalam IPL seluas 645,6291 hektare, dan hasil realisasi fisik pengukuran keliling seluas 587,2605 hektare.
    Selaian itu, kata Sujiastono, ILP lokasi bandara sudah teruji secara hukum. Masyarakat diberikan kesempatan melakukan gugatan secara Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), kemudian kasasi di Mahkamah Agung (MA) dan sudah ada keputusan tetap.
    Atas putusan tetap IPL lokasi bandara dari MA, maka proses pengadaan tanah tidak bisa berhenti. Masyarakat ada yang meminta ganti untung relokasi ada juga materi.
    “Dari hasil yang ada, 80 persen warga terdampak bandara memilih ganti untung uang. PT Angkasa Pura menyiapkan anggaran ganti untung sebesar Rp4,164 triliun,” katanya.
    Ia mengatakan tahap selanjutnya adalah pembangunan fisik seperti yang diamanatkan pemerintah, bahwa pembangunan bandara di Kulon Progo harus jadi untuk menggantikan bandara Adisutjipto yang sudah tidak mampu menampung penumpang.
    “Kami belum dapat memastikan kapan pelaksanakan peletakan batu pertama. Kami berusaha menyelesaiakan pembayaran ganti untung, dan setelah itu tahap pembangunan atau kontruksi,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com