• Angka Spesifik Ganjil-Genap Cegah Pemalsuan Plat    

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Penerapan peraturan ganjil genap yang boleh melintasi sejumlah jalan protokol di DKI Jakarta dengan angka yang lebih spesifik dinilai dapat mencegah adanya pemalsuan plat nomor kendaraan, kata pengamat transportasi Djoko Setijawarno.
    Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, Djoko menjabarkan penerapan angka terakhir nomor plat yang ditetapkan pada hari tertentu seperti yang dilakukan di Beijing, China.
    “Caranya yang dilarang angka akhir dari plat kendaraan. Hari Senin yang dilarang plat nomor berangka 1 dan 6, Selasa 2 dan 7, Rabu 3 dan 8, Kamis 4 dan 9, Jumat 5 dan 0. Angka  tersebut hanya berlaku tiga bulan sekali, kemudian bergeser untuk hari Selasa 1 dan 5 dan seterusnya, sehingga dengan cara ini sulit untuk memiliki plat kendaraan ganda alias pemalsuan,” kata Djoko.
    Sementara untuk hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional semua kendaraan diperbolehkan melintas.
    Selain itu, kata Djoko, sanksi yang diberikan bagi yang melakukan pelanggaran cukup berat yakni pencabutan ijin kepemilikan kendaraan pribadi sementara untuk membeli kendaraan baru memiliki kuota yang terbatas.
    Peraturan tersebut, lanjut Djoko, dilakukan untuk mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
    Dukungan pelayanan transportasi umum dimaksimalkan dengan menekan tarif perjalanan yang sangat rendah dan bahkan diskon bagi penumpang pelajar.
    Menurut Djoko, kota-kota di Indonesia juga bisa menerapkan peraturan mengenai transportasi seperti itu asalkan memiliki kepala daerah yang peduli dengan layanan trasnportasi.
    “Memang untuk wujudkan seperti ini perlu punya kepala daerah yg visioner,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com