• Angin Kencang Melanda Wilayah Maluku Utara

    0

    Ternate, jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), meminta agar warga mewaspadai angin kencang yang melanda wilayah di semua kabupaten/kota di Malut dalam beberapa hari ke depan.
    “Angin kencang dalam beberapa hari ke depan diperkirakan mencapai 36 knot per jam, terutama di Kabupaten laut Halmahera Timur, Halmahera Selatan dan perairan Kepulauan Sula,” demikian menurut Prakirawan Cuaca BMKG Kota Ternate Emmy Purnasoliha di Ternate, Selasa.
    Dalam sepekan terakhir gelombang laut di Ternate dan berbagai daerah lainnya di Malut mencapai 3-3,5 meter dan berpotensi terjadi di laut Halmahera Timur, Halmahera Selatan dan perairan Kepulauan Sula.
    Gelombang laut yang tinggi di kabupaten/kota di Malut itu dinilai sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran terutama kapal kecil dan kapal cepat (speedboat) yang menyebabkan jadwal pelayaran di berbagai pelabuhan terpaksa ditunda hingga cuaca mengalami perbaikan.
    Emmy mengimbau instansi terkait untuk menyampaikan peringatan dini dari BMKG Ternate itu dan berharap agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak KSOP maupun Dishub.
    Ia berharap pengawasan lalu lintas laut diperketat khususnya speedboat mulai dari alat peraga keselamatan, penataan izin berlayar dan sarana komunikasi.
    “Oleh karena itu, kapal berukuran kecil dan speedboat juga diimbau untuk tidak memaksakan berlayar, jika kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan tidak baik untuk pelayaran,” katanya.
    Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas Laut, Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate, Arivai ketika dihubungi menyatakan pihaknya saat ini intensif melakukan pengawasan terutama bagi kapal penumpang berukuran kecil dan speedboat dari dan ke Ternate.
    “Kalau ada kapal, terutama yang berukuran kecil tidak menyiapkan alat keselamatan, maka akan tidak diizinkan mengangkut penumpang dari dan ke berbagai pelabuhan di Malut, karena kondisi gelombang di daerah ini sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang,” katanya.
    Bahkan, sejumlah nelayan di Kota Ternate enggan melaut karena tingginya gelombang laut yang terjadi di perairan itu dalam sepekan terakhir yang menyebabkan warga sulit mendapatkan ikan di berbagai pasar tradisional.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com