• 50 Persen Warga Papua Belum Miliki NIK

    0

        Jayapura, jurnalsumatra.com – Sekitar 50 persen warga di Provinsi Papua belum memiliki nomor induk kependudukan (NIK) untuk terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan sehingga mereka meilih menggunakan kartu Papua sehat.
    Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai di Jayapura, Sabtu, mengemukakan rata-rata warga memilih menggunakan Kartu Papua Sehat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
    “Sekitar 50 persen warga Papua belum punya NIK sehingga Gubernur Papua Lukas Enembe tidak mau membiarkan rakyatnya menderita terutama menderita sakit, Gubernur Lukas Enembe mau menjamin rakyatnya agar sehat dengan menggunakan Kartu Papua Sehat,” ujarnya.
    Paling dominan sehat yang digunakan oleh orang asli Papua adalah Kartu Papua Sehat, karena banyak orang Papua yang belum memiliki nomor induk kependudukan (NIK) itu kan syarat utama menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

        Dia mengatakan, dengan demikian persyratan administrasi tidak menjadi syrat mutlak dan ukuran layanan di rumah sakit atau puskesmas yang terpenting adalah fisiknya orang Papua dilayani kesehatannya secara gratis.
    “Kebanyakan warga Papua yang belum memiliki nomor induk kependudukan ini berdomisili di wilayah pedalaman Papua,” ujarnya.
    Ia menambahkan, bukan berarti orang Papua yang berada di Kota Jayapura semuanya sudah memiliki NIK, sebagian besar belum mengantongi NIK dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
    “Sebagian warga Papua yang tinggal di Jayapura belum mengantongi NIK sehingga mereka juga menggunakan KPS untuk berobat di puskesmas dan mendapatkan layanan kesehatan lebih lanjut di rumah sakit,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com