• 3.500 Orang Kudus Dilibatkan Aksi Bersih-Bersih Sungai

    0

         Kudus, jurnalsumatra.com – Sekitar 3.500 orang dari berbagai unsur di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat, dilibatkan dalam aksi bersih-bersih aliran Sungai Gelis dari sampah sepanjang delapan kilometer.
    Ribuan orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut, berasal dari TNI, Polri, PNS, pelajar, organiasi masyarakat (ormas), serta masyarakat umum.
    Menurut Dandim 0722/Kudus Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma di Kudus, Jumat, kegiatan sosial itu merupakan inisiatif TNI dalam rangka ulang tahun TNI setelah melihat kondisi sungai di Kudus yang cukup banyak sampahnya.
    Selanjutnya, Kodim 0722/Kudus menjalin komunikasi dengan Pemkab Kudus serta beberapa pihak lain untuk diajak melakukan bersih-bersih sungai dari tumpukan sampah yang dimulai dari Jembatan Panjang hingga Jembatan Kencing.
    Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan menjadi dorongan bagi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
    Berdasarkan pantauan, kata dia, aliran Sungai Gelis tersebut sejak beberapa tahun terakhir belum dinormalisasi.
    “Mudah-mudahan, kegiatan bersih-bersih sungai ini akan menjadi agenda rutin setiap tahun, sehingga sepanjang aliran sungai di Kudus menjadi lebih bersih dan masyarakatnya juga memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah di aliran sungai,” ujarnya.

         Jumlah personel TNI yang diterjunkan, kata dia, sebanyak 300-an orang, selebihnya berasal dari pegawai negeri sipil dari beberapa SKPD di Kudus, ormas, pelajar, serta masyarakat.
    Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus Sumiyatun menyampaikan apresiasi atas langkah TNI yang memiliki ide untuk melakukan aksi bersih-bersih sungai.
    Jumlah personel yang dilibatkan dari berbagai kalangan, katanya, mencapai 3.500-an yang disebar ke beberapa lokasi.
    Dari sepanjang aliran sungai delapan kilometer, katanya, disebar menjadi tujuh titik sesuai jumlah jembatan yang ada.
    “Kami berharap, masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarang, termasuk di aliran sungai karena bisa menghambat arus air,” ujarnya.
    Dalam rangka mendisiplinkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, Pemkab Kudus juga sudah melakukan revisi Perda Nomor 10/1996 tentang Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban pada Tahun 2015.
    Sesuai aturan yang baru, kata dia, masyarakat yang terbukti membuang sampah sembarangan akan dikenakan hukuman kurungan tiga bulan atau denda maksimal Rp50 juta.
    Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus Samani Intakoris mengungkapkan bahwa aliran Sungai Gelis memang belum pernah dinormalisasi.
    “Hanya saja, hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat,” ujarnya.
    Pemkab Kudus,`kata dia, sudah mengajukan bantuan ke pusat agar sungai tersebut dinormalisasi.
    Apalagi, kata dia, tingkat sedimentasinya memang cukup tinggi, sehingga perlu dinormalisasi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com