• 149 Bank Sampah Diklaim Aktif Di Banjarmasin

    0

         Banjarmasin, jurnalsumatra.com – Sebanyak 149 buah bank sampah diklaim aktif di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga bisa membantu penangan sampah di daerah setempat yang sudah mencapai 600 ton per harinya.
    Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Banjarmasin Hamdi, Selasa, keberadaan bank sampah yang cukup aktif di daerah ini sangat terasa dengan mulai berkurangnya pembuangan sampah rumah tangga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di jalan Basirih, Banjarmasin Selatan.
    Dikatakan dia, selama ada bank sampah yang dibuat warga secara swadaya di lingkungan masing-masing, maka sampah yang keluar di daerah itu tanpa bisa didaur ulang lagi untuk dibuang ke TPA oleh dinas kebersihan menjadi berkurang.
    Sebab, ungkap Hamdi, di bank sampah induk di jalan HKSN Banjarmasin Utara, rata-rata setiap bulannya bisa terhimpun hingga 20-30 ton, itu pun baru sekitar 20 persennya saja bank sampah yang ada di daerah ini mendistribusinya.
    “Karena sebagian besar bank sampah langsung menjualnya kepengepul, itu bisa dimaklimi, karena misalnya bank sampah yang ada di wilayah Pakapuran, cukup jauh jaraknya dari bank sampah induk,” ujarnya.

          Menurut Hamdi, semua bank sampah termasuk bank sampah induk adalah milik swasta atau milik masyarakat seutuhnya, pemerintah kota hanya membantu alat timbang, kalkolator dan jaringan untuk menjual sampah ekonomisnya.
    “Kenapa bank sampah di daerah kita ini bisa berjalan baik, karena asal dari keinginan bawah atau masyarakat yang sadar ingin membangunnya, artinya mereka sudah siap segalanya, hingga tidak terbiasa dibantu pemerintah,” tuturnya.
    Bahkan di daerah ini, beber dia, ada sekolah TK yang merealisasikan untuk pembayaran  SPP siswanya dengan menabung sampah, demikian juga pihak Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Bandarmasih memberikan alternatif bagi pelanggannya yang mau membayar rekening ledeng dengan sampah.
    Atas semua keaktifan bank sampah ini, beber dia, menjadi alasan Banjarmasin pula meraih Adipura secara beruntun dua tahun, yakni, pada 2015 dan 2016.
    “Selain itu banyak kelompok masyarakat yang juga mulai perduli dengan lingkungan dan kebersihan, dan ini juga memberikan nilai lebih bagi daerah kita meraih Adipura,” paparnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com