• Wawali Menangis Lepas Calhaj Kota Malang

    0

         Malang, jurnalsumatra.com – Wakil Wali Kota Malang Sutiaji tak kuasa menahan tangisnya, saat melepas ratusan calon haji (calhaj) asal kota itu di Lapangan King Ang Mor Rampal, apalagi pada saat kumandang adzan dan bus mulai bergerak meninggalkan lapangan tersebut, Selasa.
    Suasana haru dan isak tangis para calhaj maupun ribuan sanak saudara dan kerabat yang mengantar keberangkatan mereka pun menggema di kawasan Rampal, Kota Malang. Lambaian tangan dan isak tangis para pengantar terdengar hingga bus-bus yang membawa ratusan calhaj itu menuju Embarkasi Sukolilo tak terlihat lagi.
    Dalam sambutan pelepasan ratusan calhaj tersebut, Wakil Wali Kota Malang Sutiaji berharap para calhaj yang sedang menunaikan ibadah ke Tanah Suci untuk memenuhi rukun Islam kelima itu berangkat dengan selamat dan pulang dengan predikat haji mabrur.
    “Setelah menunaikan ibadah haji, saya berharap semua bisa membawa kebaikan dan menghilangkan kesombongan dalam diri, sehingga bisa ditularkan pada orang lain agar berdampak pada Kota Malang bermartabat. Semoga para calhaj tahun ini juga bisa membuat guyub rukun di Kota Malang tercinta ini,” katanya.

         Sementara itu Kepala Kemenag Kota Malang Imron mengatakan awalnya ada dua calhaj yang diperkirakan tidak bisa berangkat karena masalah kesehatan, namun semua bisa diatasi dengan perawatan rutin dan keinginan kuat dari para jemaah, sehingga semua berjalan baik dan lancar, tidak ada yang gagal berangkat.
    Untuk penanganan calhaj lansia atau usia 75 tahun ke atas, kata Imron, sudah disiapkan satu pendamping untuk membantu mereka dalam melaksanakan ibadah selama di Tanah Suci. Selain itu, tiap satu kloter disediakan lima petugas, di antaranya petugas medis dan kesehatan untuk mengawal para calhaj.
    “Kami selalu menempatkan pendamping bagi calhaj lansia dan petugas medis untuk mengawal calhaj selama berada di Tanah Suci agar mereka merasa nyaman selama menjalankan ibadahnya,” ujarnya.
    Pemberangkatan gelombang satu, kloter 55 Kota Malang sebanyak 437 calhaj. Dalam kloter 55 itu calhaj tertua berusia 86 tahun atas nama Khalil bin Simun, warga Jalan Kerto Asri, Lowokwaru. Sedangkan calhaj termuda berumur 18 tahun atas nama M Fardian Ramadhan, warga Pasuruan dan Lailatul Iza, warga Jalan Sanan, Blimbing, Kota Malang.
    Para calhaj kloter 55 akan bertolak dari asrama haji Surabaya menuju Mekkah pada Rabu (31/8) dan akan kembali ke Tanah Air pada 12 oktober 2016.
    Sementara gelombang dua, kloter 62 akan diberangkatkan pada Jumat 2 September 2016, pukul 19.00 dari Lapangan King Ang Mor, Rampal. Jumlah keseluruhan calhaj Kota Malang 2016 sebanyak 879.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com