• Usai Upacara Puluhan Pelajar SMK Tawuran

    0

    tawuran1PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Usai upacara Hari Kemerdekaan yang ke 71 tahun yang berlangsung di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang sempat diwarnai aksi tawuran pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang saling serang, namun peristiwa tersebut tidak berlangsung lama karena kepolisian dan Pol PP Palembang langsung mengamankan para pelajar.

    Kepolisian berhasil menangkap sekitar 26 pelajar berhasil digaruk petugas, sementara sisanya melarikan diri. Tak hanya itu, aksi mereka sempat disaksikan Walikota Palembang, Harnojoyo dan puluhan SKPD lain yang masih berada di lokasi.

    Dari tangan mereka petugas berhasil menyita sebuah jangkar yang masih ada jarum dan bambu runcing yang masih ada bendera. Sementara petugas tidak menemukan sabuk berbahaya dan senjata lainnya.

    Usai didata oleh petugas Pol PP, 26 pelajar yang berhasil diamankan saat tawuran ini diberi hukuman. Dengan menanggalkan seragam sekolah yang dikenakan, mereka berbaris dan disuruh menyanyikan salah satu lagu nasional.

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Palembang, Tatang Duka Direja mengatakan, aksi mereka bisa diredam dengan cepat karena pihaknya bekerja sama dengan kepolisian yang sudah mengantisipasi hal ini. Tak ada korban jiwa dalam aksi ini, namun pihaknya akan memanggil kepala sekolah dan orangtua siswa agar mereka bisa diberi pembinaan. “Kita sudah amankan tawuran ini, dan di tempat lain juga sudah ada petugas yang siaga,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, dua SMK yang berseteru ini berasal dari SMK Gajah Mada (Gama) dan SMK Bistek. Informasi tersebut terdapat dari seragam yang dikenakan puluhan siswa yang terlibat dalam tawuran.Tercatat ada 22 siswa dari SMK Gama dan 4 siswa dari SMK Bistek yang tertangkap.

    Lanjutnya, berdasarkan keterangan dari salah satu siswa, beberapa siswa SMK Bistek sedang duduk di Ampera guna menyaksikan parade kapal hias setelah upacara. Tak lama kemudian rombongan SMK Gama menghampiri dan langsung mencari keributan. “Aksi kejar-kejaran pun tak terelakkan. Puluhan siswa SMK Gama mengejar siswa SMK Bistek hingga menuruni tangga Ampera hingga menuju dermaga Point. Disanalah kita langsung mencegat mereka.

    Adanya aksi tawuran di BKB usai pelaksanaan 17 Agustus sangat disesalkan semua pihak. Apalagi para pelajar ini masih berseragam sekolah yang seharusnya mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif.

    Walikota Palembang, Harnojoyo yang saat aksi tawuran berlangsung masih berada di lokasi mengatakan, sangat menyayangkan adanya kejadian seperti ini. HUT RI ini momennya bersatu, saling menghargai. Bukan memperpanjang permusuhan dan membuat kerusuhan.

    Ia berharap kepada pihak sekolah untuk tetap mengawasi aktivitas siswa agar kejadian serupa tidak terulang.”Kita tidak tahu masalahnya apa,yang jelas kejadian ini sangat mencederai makna kemerdekaan hari ini,”ungkapnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com