• Turap Sungai Musi Kembali Dibangun

    0

    turap sungai musiPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Untuk menciptakan pingiran sungai musi yang rapi dan bersih, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII kembali menargetkan, pembangunan turap (dinding pembatas) pinggiran Sungai Musi akan kembali dilanjutkan di kawasan 16 Ilir dan 14 Ulu, pada tahun 2017 mendatang.

    Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS VIII, Adi Rusman mengatakan, dua kawasan ini akan menjadi prioritas pembangunan karena lokasinya yang strategis. Program pembangunan sendiri sudah diprogramkan, tinggal menunggu selesainya masalah pembebasan lahan dan penyesuaian keuangan negara.

    “Setelah menata pinggiran Sungai Musi tepatnya di kawasan BKB, Kampung Kapitan, dan 10-14Ulu, kami prioritaskan ke depan kawasan 16 Ilir dan 14 Ulu,”kata Adi, Senin (8/8)

    Dia menjelaskan, turap yang diprogramkan di 16 Ilir tersebut dimulai dari kawasan pasar hingga Sungai Bendung (Koja) dengan panjang sekitar 500 meter. Lalu untuk Kelurahan 14 Ulu, dimulai dari batas akhir proyek 10-14 Ulu sampai proyek pembangunan Jembatan Musi IV, dengan panjang lebih dari 240 meter.

    “Program rancangannya sudah ada, tapi selama ini masih terkendala lahan di 16 Ilir. Kami tunggu penyelesaiannya dari Pemkot Palembang,”jelasnya.

    Sementara proyek turap yang masih dalam tahap pengerjaan yakni di Kelurahan 10-14 Ulu. Panjang turap yakni 224 meter, sempat tertahan di titik 190 meter karena adanya bangunan mushola setempat yang berada persis di bibir sungai. “Untuk mushola tersebut sudah beres, sudah disepakati untuk digeser (dipindah) yang pelaksanaannya pada hari minggu awal Agustus lalu,”terang Adi.

    Dikatakannya, revitalisasi pinggiran sungai musi ini diperlukan sebagai antisipasi terjadi gerusan air sungai ke pemukiman, sekaligus penataan wilayah. Secara teknis, pemasangan turap ini berupa pemasangan tiang-tiang pancang untuk dinding pembatas yang bisa menahan air ke bibir sungai. Tinggi tiang tergantung tanah keras di dasar sungai.

    Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang Syafrie Nungcik mengatakan, masalah pembebasan lahan memang menjadi kendala setiap kegiatan pembangunan. Point ini memang cukup rumit karena menyangkut tanah wargat.“Pembebasan lahan di titik yang diusulkan masih diupayakan dan akan diinventarisasi,”kata Safri

    Adapun lokasi yang sedang dilaksanakan pembangunannya saat ini bersifat lanjutan dari kegiatan 2012 lalu. Lokasi pembangunan sampai 14 Ulu itu sudah selesai untuk pembebasan lahannya,”pungkasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com