• Sumsel Aman Dari Kerusuhan Etnik

    0

    kesbanglinmasPALEMBANG, jurnalsumatra.com  – Badan Kesatuan, Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumsel mengklaim Sumsel aman dari kerusuhan etnis seperti di Tanjung Balai, Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Hal tersebut diungkapkannya Kepala Kesbangpol Sumsel, Richard Cahyadi saat ditemui di Pemprov Sumsel, Senin (1/8).

    Dijelaskannya, sejak terdengarnya berita kerusuhan antar etnis yakni pembakaran 5 vihara di Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut), pihaknya langsung melakukan rapat dengan beberapa pihak seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menindaklanjuti kejadian tersebut agar tidak sampai terjadi di Sumsel.

    Kami memberikan masukan dan arahan kepada setiap pimpinan etnis sehingga nantinya disampaikan kepada umat lainnya,” terangnya.

    Menurutnya, berdasarkan cerminan selama ini, Sumsel aman dari kerusuhan terutama kerusuhan antar etnis karena pimpinan dan lain sebagainya selalu bersama dalam setiap kegiatan. Disinggung soal adanya konflik  soal lahan yang dapat memicu terjadinya kerusuhan antar etnis. Dirinya menambahkan tentunya ini diperlukan ketegasan dari pimpinan daerah tersebut.

    Jika pemimpinnya tidak tegas, maka permasalahan sekecil apapun dapat memancing terjadinya konflik kalau tidak segera diredam jangankan antara etnis konflik antar warga saja dapat memicu hal tersebut jika tidak segera diredam,” ujarnya.

    Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menegaskan bahwa pihaknya telah bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan antara umat beragama dan antar etnis ini. “Sejauh ini saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan aparat terkait karena samapi saat ini belum pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan umat beragama dan insya allah tidak akan terjadi,” katanya.

    Dia menambahkan, kerukunan antar umat beragama dan antar etnis merupakan syarat mutlak pembangunan daerah. Sehingga, para investor menjadi yakin dengan daerah, bahwa daerah itu memang daerah yang potensial.

    Saya tidak bisa bayangkan, kalau 26 Ilir ribut sama pasar kuto. Kan, jadinya tidak bisa makan mie celor. Bersykurlah, terutama kepada Allah, kita diberkahi suatu daerah dengan pertumbuhan ekonomi diatas nasional, dan pembangunan infrastruktu besar-besaran,” singkatnya”(RN)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com