• Sumsel Akan Bangun Penelitian Kerbau

    0
    amruzi minha

    Sumsel Akan Bangun Penelitian Kerbau

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Swamp Buffalo Centre ( Pusat Penelitian Kerbau ) akan segera dibangun di Rambutan Banyuasin Pembangunan Tersebut digarap Pemerintah Daerah Sumsel, Hal ini diungkapkan Amruzi Minha Kepala Dinas Peternakan Sumsel, dikantornya pemprov Sumsel Senin (8/8),

    Menurutnya, Saat ini pembebasan lahan serta tata air mikro untuk kerbau rawa sudah dilakukan tinggal membuat tata ruang untuk SBC tersebut,”

    Untuk pembebasan lahan tersebut  telah membebaskan sekitar 12 hektar serta sekitar 15 hektar merupakan hibah masyarakat yang sudah masuk aset provinsi Sumsel. Untuk pembebasan lahan sendiri menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel, sedangkan untuk pembangunan tata ruang masih menunggu dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    ” Saat ini kami juga masih menunggu dana Dari APBN sekitar Rp 25 miliar lagi untuk pembangunan tata ruang dan beberapa hal lainnya,” tegasnya

    Untuk pengelolaannya sendiri, nantinya akan kembali ke Dinas Peternakan Sumsel, namun saya nantinya akan membentuk Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) khusus SBC atau lain sebagainya belum dapat dipastikan. “Yang jelas saat ini SBC sudah mulai digarap dan sebelum Asian Games sudah selesai dilakukan,” tegasnya.

    Amruzi menambahkan, ditahun 2016 ini bantuan sapi dari pemerintah pusat untuk di Sumatera Selatan (Sumsel) dipangkas dari semula yakni sebanyak 1500 sapi menjadi 400 sapi yang disalurkan ke kelompok tani.Kami berharap pengembangan Kerbau rawa ini dapat bermanfaat,” katanya

    “400 sapi ini merupakan aspirasi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang membidangi peternakan sehingga pembagiannya pun tidak merata. Pasalnya, kebanyakan dibagikan di daerah Dapil DPR RI tersebut seperti di Banyuasin, dan Musi Rawas. Dirinya menerangkan, dipangkasnya bantuan sapi ini dikarenakan adanya efisiensi terhadap anggaran yang berdampak pada bantuan tersebut.

    “Kami sebagai Dinas Peternakan sifatnya hanya verifikasi dan hanya menunggu serta menyiapkan pakan selama 3 bulan, sedangkan pembagian tersebut itu diserahkan langsung kepada pemerintah pusat sesuai dengan aspirasi yang dilakukan DPR RI,”

    Sebelumnya, pembagian bantuan sapi tersebut diwacanakan diserahkan pada Provinsi, namun Pedum dari pemerintah pusat tersebut memberatkan seperti bantuan tersebut harus dipelihara selama dua tahun serta harus punya anak jika ingin dipotong. Maka pihaknya menyerahkan kembali kepada pemerintah pusat dan pihaknya hanya menerima saja.

    “Untuk tahun 2017 ini juga bakal ada efisiensi lagi di APBN yakni sekitar 130 triliun, mungkin akan berdampak lagi bagi bantuan ini,” terangnya.

    Lanjutnya, menjelang Lebaran Idul Adha ini pihaknya juga akan secara intensif melakukan pemeriksaan terhadap hewan seperti sapi. “Sebenarnya kami rutin melakukan pemeriksaan terhadap hewan baik sapi, anjing dan lain sebagainya karena pemeriksaan ini ada anggarannya selain itu juga para pengusaha juga melaporkan kondisi hewan mereka” jelasnya'(madon)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com