• SATGAS PAMTAS Ajar Warga Buat Kerajinan Tangan

    0

    Jayapura, jurnalsumatra.com – Satuan tugas (Satgas) pengamanan perbatasan (Pamtas) dari Yonif 122/TS membagi keterampilan sekaligus mengajarkan warga cara membuat kerajinan tangan berupa piring dari bahan lidi di Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua.
    Komandan Satgas Pamtas Yonif 12/TS Letkol Inf Kohir saat berada di Kota Jayapura, Papua, Sabtu mengatakan cara membuat kerajinan tangan piring dari bahan baku lidi itu dilakukan ketika Danki C Satgas Pamtas bersama enam anggota dari Pos Pitewi beranjangsana ke Kampung Pitewi pada Jumat (26/8) pagi.
    “Jadi saat Danki C Satgas Pamtas  Kapten Inf Boimin bersama enam anggotanya dari Pos Pitewi ke kebun 2 Dahlia di Kampung Pitewi, di kediamannya Bapak  Martinus. Mereka ajarkan cara membuat kerajinan tangan itu,” katanya.
    Menurut dia, kebun 2 Dahlia Kampung Pitewi berjarak 1.500 meter dari Pos Pitewi.
    Di tempat itu, anggota Satgas Pamtas dari Pos Pitewi bertemu dengan sejumlah pekerja sawit dan ibu-ibu rumah tangga yang berasal dari beragam suku, mulai Papua, NTT, Maluku dan Jawa.
    “Nah, saat itu ada sekitar 10 orang ibu-ibu di kediamannya Pak Martinus. Mereka meminta agar diberikan latihan cara membuat kerajinan tangan berupa piring dari bahan baku lidi.  Praka Rolis, Praka Aris dan Pratu Arif Wahyudhi langsung berbagi pengetahuan cara pembuatan keranjang atau piring dari bahan baku lidi daun sawit atau kelapa,” katanya.
    Ny Yosefeni, salah satu dari ibu-ibu di Kebun 2 Dahlia Kampung Pitewi mengaku sangat senang mendapat ilmu anyam keranjang atau piring dari lidi sawit atau kelapa, karena piring dari bahan tersebut belakangan ini banyak digunakan dalam acara resepsi atau pun acara lainnya.
    “Mereka berharap agar anggota TNI yag bertugas dapat meluangkan waktu secara terus menerus memberikan pelatihan tentang pembuatan kerajinan tersebut. Agar ibu-ibu di Kampung Pitewi mempunyai kesibukan dan penghasilan sendiri untuk membantu ekonomi keluarga,” katanya.
    Menanggapi permintaan tersebut, Kohir alumni AKMIL 1999, mengatakan akan terus memberikan pendampingan pelatihan menganyam lidi kepada ibu-ibu di Kampung Pitewi.
    “Nanti kalau sudah jadi banyak, kami akan bantu pasarkan. Pertam-pertama, anggota Satgas Pamtas yang akan beli dulu, kemudian akan kami dorong Pemda Keerom untuk bantu pemasaran,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com