• Satgas Kerahkan Helikopter-Pesawat Pengebom Air Atasi Karhutla

    0

        Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau mengerahkan dua unit helikopter dan pesawat “Air Tractor” (AT) pengebom air guna menanggulangi kebakaran yang terjadi di lima kabupaten di wilayah tersebut.
    “Berdasar patroli dan informasi di lapangan, kebakaran hari ini terjadi di lima kabupaten yakni Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar dan Pelalawan,” kata Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsekal Pertama Henri Alfiandi di Pekanbaru, Senin.
    Dia menjelaskan seluruh pesawat dan helikopter telah diterbangkan sejak pagi tadi dan menyebar ke sejumlah lokasi tersebut.
    Di Bengkalis, lanjutnya, pengeboman air masih melanjutkan di wilayah Tasik Serai yang terbakar sejak 4 hari terakhir.
    Selain Bengkalis, Satgas juga melanjutkan pemadaman di sejumlah lokasi seperti Kecamatan Bangko dan Ujung Tanjung-Rokan Hilir, Rokan IV Koto-Rokan Hulu dan Kampar Kiri Hulu-Kampar.
    Seluruh titik api yang berada di wilayah di atas merupakan lokasi kebakaran yang terbakar sejak pekan lalu. Sementara itu, untuk pemadaman hari ini terdapat satu lokasi baru yang terbakar di Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.
    Satgas Karhutla saat ini menyiagakan dua unit helikopter jenis MI-8 dan MI-171 serta dua AT yang seluruhnya dimanfaatkan untuk pengeboman air. Selain itu, Satgas juga diperkuat dengan adanya bantuan helikopter pengebom air dari sejumlah perusahaan kertas di Riau serta satu unit pesawat Cassa yang digunakan BPPT dalam operasi teknologi modifikasi cuaca.
    Dalam sepekan terakhir, Karhutla di Riau terus meningkat seiring dengan cuaca panas yang melanda di Riau. Berdasarkan pantauan BMKG Pekanbaru, keberadaan titik panas di wilayah Sumatera secara keseluruhan meningkat dua kali lipat dalam tiga hari terakhir.

        Pada Senin pagi ini Satelit mendeteksi 173 titik panas dengan tingkat kepercayaan atas potensi atau kemungkinan terjadinya kebakaran lahan dan hutan di atas 50 persen berada di daratan Sumatera.
    BMKG Pekanbaru mengungkapkan titik panas tersebut tersebar di sembilan dari total 10 provinsi pulau itu dengan mengalami kondisi peningkatan 12 titik dibanding hari sebelumnya 161 titik panas.
    “Pada Ahad (7/8), titik panas terpantau 161 titik. Tapi pukul 7.00 Wib pagi ini, sudah jadi 173 titik dengan wilayah sebarannya masih sama yakni sembilan provinsi,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi.
    Sensor modis terpasang pada citra satelit baik Terra maupun Aqua, lanjutnya, wilayah yang menjadi konsentrasi titik panas di Sumatera tersebut masih berada di Sumatera Selatan dengan jumlah 51 titik.
    Disusul dengan wilayah Bangka Belitung terpantau memberi sumbangan 40 titik panas, lalu diikuti wilayah Sumatera Utara terdeteksi oleh satelit dengan sumbangan 30 titik dan tercatat di Riau menyumbang 22 titik panas.
    Wilayah Lampung masih tetap seperti kemarin sore memberi sumbangan 13 titik panas, kemudian wilayah Sumatera Barat pagi ini tercatat menyumbang 10 titik dan diikuti dengan wilayah Bengkulu terdeteksi empat titik.
    “Untuk Jambi dan Kepulauan Riau, masih sama seperti kemarin sore. Satelit mendeteksi masing-masing wilayah tersebut terdapat dua titik serta satu titik panas,” ucapnya.
    Slamet berujar ke-22 titik panas di Riau terpantau satelit berada di delapan kabupaten khususnya wilayah pesisir seperti Rokan Hilir tujuh titik, Pelalawan empat titik, Kampar tiga titik, Bengkalis, Rokan Hulu dan Kuantan Singingi masing-masing dua titik, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir berbagai sama satu titik.
    “Dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen menandakan titik api atau potensi karlahut terjadi di tujuh titik yakni Pelalawan tiga titik, Kampar dua titik dan Rokan Hulu serta Rokan Hilir masing-masing satu titik,” jelas Slamet.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com