• Resep Hadapi Wartawan ‘Nakal’

    0
    drs lubis rahman

    Drs Lubis Rahman

    Biasanya oknum-oknum wartawan ‘nakal’ memangsa pejabat yang takut dengan  wartawan entah karena ada sesuatu mungkin juga karena ketidak tahuan terhadap profesi wartawan yang mulia dan terhormat itu.

    Di HUT RI 71 ini, penulis memberanikan diri  mencoba memberi resep yang strategi menghadapi oknum wartawan ‘nakal’ mudah-mudahan ada manfaatnya.Tulisan ini bukan saja untuk para kepala desa tapi juga  semuanya pejabat.

    Pertama, jangan takut dengan wartawan karena wartawan itu dalam menulis berita harus ada fakta dan melakukan konfirmasi dengan uknom/orang yang dalam pembangunan proyek jembatan misalnya ada unsur korupsinya.Jika dalam pelaksanaan dan penggunaannya sudah sesuai kenapa musti  takut. Oknum wartawan nakal biasanya tidak berkutik  untuk ‘memeras’ para pejabat yang seperti ini.

    Kedua, tanya wartawan baik -baik dari media apa dan siapa namanya serta kartu pressnya. Setelah itu lihat namanya di box redaksi ada tidak. Wartawan yang ada mediamya pasti namanya ada di box redaksi,jika tidak ada patut dipertanyakan dan meragukan apa dia Wartawan dari media yang dia sebutkan ataukah memang dia bukan wartawan tapi mengaku-ngaku sebagai wartawan dengan istilah CCN (cak-cak nanya,) yang seperti ini kenapa ditakuti dan yakinlah tidak akan menulis apa yang dia sudah tanyakan tadi misalnya jalan dan jembatan,kok dia tidak ada media mau ditulis dimana emangmya mau tulis dijidat.

    Biasanya yang ngaku wartawan seperti ini tidak dikasih juga pulang  dan paling-paling ngoceh oknum Kades itu pelit masak tidak ngasih duit, nanti kamu…dengan ancaman akan menulis kasus itu.Ya lagi-lagi cuma ngomong doang tak mungkin akan menulisnya karena ‘katek’ medianya.

    Akan tetapi bagi wartawan yang benar-benar wartawan tahu dengan etika dan kode etik jurnalistik menyebutkan ketika mendatangi seseorang oknum pejabat untuk konfirmasi misalnya kasus dugaan pembangunan jembatan ada indikasi korupsinya dengan menyebutkan saya dari media ini dan namanya anu.

    Insya Allah,tidak mungkin akan lakukan pemerasan karena profesinya jelas dan  medianya juga jelas tentu sayang dengan profesi mulia dan terhormat tersebut untuk disalah gunakan.

    Ingat saudaraku apa yang kita lakukan dan perbuat dimuka bumi Allah ini akan diminta pertanggung jawaban tentang apa yang sudah kita perbuat tersebut.

    Ketiga,tanyakan kepada organisasi profesi wartawan seperti PWI jika dia itu benar wartawan pasti dikenal dan kepada organisasi wartawan yang lain meskipun yang bersangkutan belum tergabung dalam profesi wartawan tersebut,setelah itu tanya kepada pemimpin redaksinya apakah benar wartawan tersebut dari media ini,jika tidak patut dipertanyakan yang bersangkutan memang bukan  wartawan.

    Selanjutnya terserah mau diapakan oknum yang -ngaku sebagai wartawan Tersebut.

    Jika ada indikasi unsur pemerasannya silahkan laporkan oknum tersebut kepada pihak yang berwajib.(Penulis adalah wartawan Jurnal Sumatra bertugas di Banyuasin)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com