• Rencana Penajam Pinjam Ke Smi Diminta Dikaji

    0

    Penajam, jurnalsumatra.com- Rencana Pemeritah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, untuk meminjam dana kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sekitar Rp1 triliun perlu dikaji mendalam, kata Gunawan, masyarakat pemerhati kebijakan daerah setempat.
    “Rencana pinjaman dana itu harus dikaji secara mendalam oleh pemerintah daerah, terkait efek dan ekses dari pinjaman dana kepada pihak ketiga tersebut,” ujar Gunawan ketika ditemui di Penajam, Senin.
    Selain itu, rencana peminjaman dana tersebut juga harus dijelaskan kepada masyarakat, digunakan untuk apa pinjaman itu dan apakah pinjaman berimplikasi langsung terhadap masyarakat atau tidak.
    “Jangan sampai pinjaman dana itu justru membebani keuangan daerah untuk program kesejahteraan masyarakat,” ucap Gunawan.
    Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara harus membayar utang dan bunga pijaman dana kepada PT Sarana Multi Infrastruktur setiap tahunnya.
    “Informasinya pinjaman Rp1 triliun itu bunganya antara 8 sampai 10 persen, jadi diperkirakan sekitar 80 persen jatah anggaran untuk kesejahteraan masyarakat akan terkurangi,” jelas Gunawan.
    Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara harus menjelaskan secara mendetil rencana peminjaman dana tersebut kepada masyarakat sebagai bagian dari uji publik, sebelum mengambil keputusan atau kebijakan.
    “Apalagi periode pemerintahan saat ini tersisa sekitar dua tahun, jika masa pinjaman 10 tahun, maka delapan tahun ke depan apakah bisa sinkron dengan pemerintah yang akan datang,” kata Gunawan.
    “Pinjaman itu jangan sampai menambah beban keuangan daerah pada masa datang karena akan berdampak pada pelayanan publik. Eksekutif dan legislatif harus menelaah dengan baik fungsi pinjaman dana itu,” tegasnya.
    Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berencana mengajukan pinjaman dana sekisar Rp1 triliun kepada PT Sarana Multi Infrastruktur untuk membiayai proyek infrastruktur yang sedang dan akan dikerjakan.
    Dana itu diperlukan sehubungan dengan menyusutnya APBD Kabupaten Penajam Paser Utara sebab perolehan dana bagi hasil minyak dan gas bumi dari pemerintah pusat berkurang.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com