• Rektor Musamus Ajukan Jubi Ke Dewan PERS

    0

         Jayapura, jurnalsuamtra.com – Rektor Universitas Musamus Merauke di Provinsi Papua Philipus Betaubun mengajukan pemberitaan media online tabloidjubi.com ke Dewan Pers karena pemberitaannya dinilai tidak berimbang serta melanggar kode etik jurnalistik.
    “Jubi itu diajukan oleh Rektor Universitas Musamus Merauke Philipus Betaubun,” ujar dia, di Bandarlampung, Kamis.
    Pengadu melaporkan bahwa ada 14 pemberitaan pada media online Jubi yang diunggah mulai 12 Februari 2015, kemudian 14 Februari 2015, kemudian 16 Februari, 20 Februari, 23 Februari, kemudian 24 Februari, 25 Februari, dan 27 Februari, kemudian 1 Maret dan 15 Maret 2015,” kata Imam Wahyudi, salah satu anggota Dewan Pers saat berada di Jayapura.
    Atas pengaduan itu, katanya, Dewan Pers telah memeriksa karya yang telah diajukan dan kemudian membuat ajudikasi yang intinya adalah bahwa Jubi telah melakukan pelanggaran kode etik.
    Menurutnya, berita yang pertama melanggar pasal 23 kode etik jurnalistik karena berita yang dibuat tidak berimbang dan mengandung opini yang menghakimi, seperti terlihat pada pemberitaan pertama pada 12 Februari 2015.

         Pemberitaan lainnya itu tidak berimbang, sehingga Jubi harus melayani hak jawab dari pengadu paling lambat 21 hari sejak penandatanganan risalah itu, serta teradu harus membuat hak jawab dan permintaan maaf.
    “Jadi, hak jawab kemudian diikuti permintaan maaf, dan hak jawab serta permintaan maaf dibuat dalam satu berita terpisah yang ditautkan dengan berita nomor satu, kemudian hak jawab lainnya dibuat dalam berita terpisah, jadi ada sembilan berita terpisah untuk hak jawabnya bukan sekaligus,” ujarnya.
    Dia menjelaskan, hak jawab itu harus dibuat demikian karena pengaduan itu sangat serius, akan tetapi Jubi memberikan jawaban satu kali tiak per item sesuai dengan yang diminta.
    “Padahal dalam risalah ada beberapa yang harus dipisahkan karena pelanggarannya berbeda, sanksinya adalah hak jawab, hak koreksi dan hak bertanggungjawab, tetapi kalau media itu menyatakan bahwa bukan media profesi, sehingga itu bukan urusan dewan pers,” ujar dia lagi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com