• Regu Pemadam Karhutla di OKI “Diteror

    0
    IMG_1167KAYUAGUNG, SUMSEL.Jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) bersama TNI-Polri mengantisipasi terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Bumi Bende Seguguk.
    Ternyata ada oknum warga yang menentang, tidak mendukung upaya pemerintah, bahkan tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) di wilayah Sungai Ketupak Kecamatan Cengal diteror ancaman akan menebak pemadaman Krhutla tanpa izin kepala desa setempat.
    Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten OKI H Rosidi membenarkan, adanya teror tersebut, terhadap RPK dari perusahaan  yang bertugas di wilayah Sungai Ketupak Cengal  dan sekitarnya, sempat mendapat teror ancaman dari masyarakat melalui telpon.
    “Menurut laporan yang saya terima dari tim di lapangan, saat itu petugas RPK Di daerah Sungai Ketupak ditelepon masyarakat disana,  kalu setiap RPK akan mau memadamkan api yang membakar lahan  harus izin dulu dengan kades Sungai Ketupak,” kata Rosidi.
    Bahkan kalau tidak izin lagi dengan Kades Sungai Ketupak maka, mereka (RPK) yang sedang memadamkan api  akan ditembak.
    “Mendapat laporan tersebut, kita langsung minta petunjuk ke sekretaris daerah (Sekda), selanjutnya berkoordinasi dengan Dandim 0402 OKI, kemudian Jumat (12/8/2016) pagi Kasi Intel Kapten Eddy bersama Danramil langsung mendatangi kades Sungai ketupak untuk meminta klarifikasi,” jelasnya.
    Dandim O402 OKI, Letkol KAV Dwi Irbaya Sandra melalui Kasi Intel Kapten Eddy S bahwa pihaknya sudah mendatangi Kades Sungai Ketupak Nedi Suwiran, jum’at pagi.”Saat di rumah Kades Sungai ketupak Nedi Suwiran, yang bersangkutan  mengaku tidak pernah menghalangi RPK bertugas memadamkan api, apalagi sampai mengancam akan menembak, dia sudah membuat pernyataan di atas kertas di saksikan Danramil Tulung Selapan, Babinsa, Babinkamtibmas dan tokoh masyarakat Sungai Ketupak,” ungkap Kapten Eddy.
    Namun di sela-sela pertemuan dengan kades tersebut, kata Pasi Intel,  kades dan warganya meminta solusi untuk warganya agar dapat bercocok tanam di lahannya terus bagaimana solusi pemerintah untuk membuang sampah bekas tebas-tebasan kebun yang akan di tanami padi.
    “Selama ini masyarakat disana  tanam padi sonor, biasanya setelah lahan habis dibakar baru ditanam padi, sekarang tidak boleh membakar, sehingga masyarakat minta solusi pemerintah, bagaimana cara membuka lahan tanpa membakar, karena biayanya sangat mahal,” ungkapnya.
    Sementara itu, Sekda OKI, H  Husin SPd MM meminta kepada RPK Karhutla di Desa Sungai Ketupak agar tidak takut dengan teror tersebut, karena Kodim 0402 dan kepolisian sudah mengambil sikap untuk memberikan rasa aman terhadap RPK yang bertugas di lokasi.
    “Alhamdulillah, Dandim sudah menurunkan personilnya ke Desa Sungai Ketupak untuk menyikapi teror ancaman ini, Kades Sungai Ketupak Nedi Sawiran juga sudah membuat surat pernyataan, untuk tidak menghalangi RPK melakukan pemadaman api, mengenai permintaan masyarakat hala itu akan kita koordinasikan dengan dinas terkait,” tandas Husin. (RICO)
  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com