• Puluhan Vegetasi Direkomendasikan Dibudidayakan Kurangi Risiko Longsor

    0

         Solo, jurnalsumatra.com – Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan DAS (BP2TPDAS) Surakarta merekomendasikan 47 jenis tanaman untuk mengurangi risiko longsor yang layak dikembangkan masyarakat, karena selain berfungsi mencegah bencana juga bernilai ekonomis.
    Sebanyak 47 jenis vegetasi atau tanaman layak dibudidayakan di lokasi rawan longsor tersebut, tetapi tidak semua jenis tanaman itu bisa tumbuh pada lahan di sini, kata Peneliti BP2TPDAS Surakarta Heru Dwi Riyanto di Solo, Kamis.
    Ia mengatakan salah satu indikator penentu keberhasilan mitigasi vegetatif adalah penentuan ketinggian lahan. Lahan yang dikategorikan sebagai zona C (berketinggian 0-500 mdpl), misalnya, dapat menggunakan tanaman Sukun, Mimba ataupun Jati.
    Dikatakan untuk jenis Damar cocok dikembangkan di zona B1 (500-1.000 mdpl), Kayu Manis dan Waru Gunung bisa ditanam di zona B2 (1.000-1.500 mdpl). Khusus zona B3 (1.500-2.000 mdpl) bisa ditanami Aren, Kayu Manis, Cengkeh dan Alpukat. Adapun Pinus dan Alpukat cocok dikembangkan di zona A (lebih dari 2.000 mdpl).

         Tanaman-tanaman alternatif pencegah longsor itu bisa dikembangkan masyarakat lantaran memiliki nilai ekonomi. “Baik buah maupun pohonnya bisa dijualbelikan. Sehingga tidak rugi jika masyarakat ikut menanamnya,” katanya.
    BP2TPDAS juga sudah mengembangkan sejumlah tanaman tersebut, usai longsor melanda wilayah Kabupaten Banjarnegara pada 2009. “Ternyata di lahan yang ditanami vegetasi itu tidak longsor. Justru tanah yang mengalami longsor adalah lahan di sebelahnya,” kata Heru.
    Ia mengatakan  vegetasi-vegetasi tersebut hanya efektif mencegah jika ditanam di kedalaman kurang dari lime meter. “Sebab jika longsor dipicu oleh pergerakan tanah sedalam lebih dari lima meter, faktor geologis-lah yang lebih berpengaruh,” katanya.
    Agus Wuryanta yang juga peneliti BP2TPDAS menambahkan, beberapa vegetasi yang direkomendasikan itu juga sudah diujicobakan di DAS Samin. “Pemilihan jenis tanaman yang tepat sesuai ketinggian lahan, bisa mengurangi beban tanah akibat penanaman vegetasi yang justru tidak mampu menahan air secara optimal,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com