• PT Telkom Dorong UKM Baduy Dikenal Mancanegara

    0

          Lebak, jurnalsumatra.com – Perseroan Terbatas Telekomunikasi Indonesia Tbk mendorong produksi usaha kecil dan menengah hasil kerajinan Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dikenal mancanegara melalui teknologi digitalisasi internet.
    “Kita optimistis produk-produk Baduy bisa dikenal masyarakat luar hingga dunia dengan online internet itu,” kata Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Muhammad Awaluddin saat peluncuran Kampung UKM digital ke-300 dan pencanagan 1.000 kampung digital di Ciboleger, Kabupaten Lebak, Jumat.
    Selama ini, produk Baduy belum dikenal mancanegara karena mereka menjual produksi hasil kerajinan dilakukan secara pasar konvensional atau pasar tradisional.
    Sedangkan, potensi pemasaran melalui digital internet sangat berpeluang menembus pasar domestik hingga mancanegara.
    Karena itu, PT Telkom membantu para pelaku UKM Baduy agar bisa memasarkan produk-produk melalui media teknologi digital internet.
    Sebab, produk kerajinan Baduy memiliki nilai jual dari batok kelapa dan tenun.
    “Kami yakin pelaku UKM Baduy dapat meningkatkan pendapatan ekonomi juga kesejahteraan melalui pemasaran digital online itu,” katanya.
    Menurut dia,selama ini produktivitas kegiatan masyarakat Baduy cukup tinggi, selain mereka bekerja di ladang juga kegiatan kerajinan tenun yang dilakukan ibu-ibu rumah tangga.
    Mereka hasil kerajinan Baduy tersebut tentu membutuhkan pemasaran agar bisa diakses masyarakat luar.
    PT Telkom membantu pemasaran produk Baduy itu menggunakan teknologi agar produksi mereka bisa diposting melalui online ienternet belanja.com dan toko online.

         Namun, komunitas masyarakat sebagai pendamping pelaku ekenomi itu terlebih dahulu mendapat pelatihan  Broadband Learning Center (BLC) sebagai wadah pembelajaran.
    Mereka para pedamping pelaku UKM mendapat pelatihan dari supervisor agar mampu memosting produk dan sosialisasi pemanfataan teknologi informasi.
    “Jika produk-produk Baduy diposting internet maka bisa dikenal masyarakat luas juga pasar dunia,” katanya.
    Ia mengatakan, kampung UKM digital itu merupakan program Telkom sebagai bukti komitmen untuk mewujudkan baktiku untuk negeri.
    Saat ini, peluncuran yang ke-300 kampung digital dan ditargetkan tahun 2016 bisa mencapai 1000 kampung digital.
    “Kami akan bekerja keras target 1000 kampung digital di Indonesia bisa direalisasikannya,” ujarnya menjelaskan.
    Asisten Daerah (Asda) IV Pemerintah Kabupaten Lebak Tajudin Yamin mengatakan pihaknya sangat terbantu dengan program digital kampung yang digagas PT Telkom agar produk UKM Baduy dikenal masyarakat luas hingga mancanegara.
    Kehadiran kampung digital tentu bisa diakses melalui media teknologi internet secara online sehingga bisa berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Baduy.
    “Kami memberikan apresiasi terhadap Telkom yang mendorong pelaku UKM Baduy bisa dipasarkan melalui teknologi informasi itu,” katanya.
    Tetua adat Baduy Daenah mengatakan masyarakat Baduy sangat mendukung program UKM kampung digital sehingga dapat dikenal masyarakat luar.
    Saat ini, pelaku UKM di Baduy tercatat 200 orang dengan memrpoduksi kerajinan tenun, aneka souvenir, tas koja, golok, minuman madu, dan lainnya.
    “Kami berharap usaha kerajinan Baduy berjalan lancar dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi melalui penggunaan teknologi internet itu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com