• Petani Lebak Kembangkan Hortikultura Topang Ekonomi Keluarga

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com – Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten, mengembangkan budidaya usaha pertanian hortikultura jenis sayur-sayuran dan buah-buahan guna menopang perekonomian keluarga.
    “Kami setahun dua kali membudidayakan tanaman sayur-sayuran di lahan persawahan, sebab pengembangan usaha itu dapat mendongkrak pendapatan ekonomi,” kata Nanil (50), seorang petani Desa Asam Margaluyu Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Senin.
    Pengembangan tanaman hortikultura tersebut guna mendorong usaha pendapatan juga kesejahteraan petani.
    Mereka petani memiliki biaya tanggungan pendidikan anak juga kebutuhan ekonomi sehari-hari.
    Untuk itu, dirinya mengeluti usaha pertanaian sayur-sayuran karena permintaan pasar cukuk tinggi.
    Biasanya, dirinya mengembangkan tanaman sayur-sayuran, seperti kacang panjang, ketimun, terong dan paria setiap memasuki musim kemarau.
    Sebab, tanaman sayur-sayuran tidak memerlukan pasokan air banyak untuk menyuburkan lahan pertanian.

         “Kami mengembangkan budidaya hortikultura sangat menguntungkan dibandingkan tanaman pangan,” katanya.
    Ia juga mengatakan kelebihan usaha pertanian tanaman hortikultura bisa produksi antara dua sampai empat bulan.
    Bahkan, dirinya setiap dua hari memasok sayur-sayuran ke Pasar Rangkasbitung juga Pasar Induk Tanah Tinggi Kota Tangerang.
    “Kami setiap memasok tanaman sayuran ketimun dan kacang panjang bisa mengeruk keuntungan sekitar Rp1,2 juta per dua hari,” katanya.
    Dudung (55), salah seorang petani warga Kecamatan Warunggunung mengatakan dirinya kini menanam hortikultura jenis buah pepaya california karena permintaan pasar cukup tinggi.
    Pengembangan tanaman tersebut guna meningkatkan kesejahteraan keluarga sehingga petani di sini banyak beralih ke tanaman hortikultura dibandingkan pangan.
    Namun, ujar dia, biaya pengelolaan tanaman pepaya california relatif tinggi, seperti pembelian pupuk organik dan non organik juga obat-obatan anti hama.
    “Kami menanam pepaya california bisa menghasilkan pendapatan per bulan sekitar Rp25 juta per hektar,” katanya.
    Kepala Bidang Produksi Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Asep Suryana mengimbau petani agar mengembangkan tanaman hortikultura karena permintaan pasar cukup tinggi.
    Pengembangan budidaya hortikultura yang ada di Kabupaten Lebak terbagi empat komoditi, yakni kelompok sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan biofarmaka.
    “Kita berharap ke depan petani bisa mengganti pola tanam dari padi sawah ke hortikultura guna meningkatkan produksi ketahanan pangan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com