• Peserta Sespimti Polri Serap Informasi Nawa Cita

    0

        Manado, jurnalsumatra.com – Sebanyak tujuh perwira menengah peserta Sekolah Perwira Tinggi (Sespimti) Polri Angkatan ke-25 mengunjungi Sulawesi Utara (Sulut) untuk menyerap data dan informasi penjabaran program nawa cita.
    “Mereka (peserta sespimti) ini ingin mengetahui lebih dalam bagaimana sembilan program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (nawa cita) disinkronkan dengan program gubernur dan wakil gubernur Sulut,” kata Wakil Gubernur Steven Kandouw di Manado, Selasa.
    Wagub mengatakan sejalan dengan  program nawa cita yang digulirkan Presiden Jokowi, Pemprov Sulut telah menjabarkannya melalui lima program unggulan yang  di kemas ke dalam program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).
    Kelima program unggulan tersebut yaitu sektor pertanian, peternakan, pendidikan, kesehatan dan pariwisata.
    Sedangkan implementasi dari program ODSK tersebut, Wagub menyebutkan di awal kepemimpinannya bersama Gubernur Olly Dondokambey telah melakukan pergeseran anggaran dan  mengubah program kegiatan.
    “Kami juga telah melakukan upaya penyadaran (awareness) kepada lima daerah yang masuk kategori daerah miskin dengan mengikutsertakan peran badan usaha milik negara atau BUMN,” katanya.

        Semua program tersebut, selama kurang lebih enam bulan kepemimpinan telah berjalan dengan baik karena didukung oleh berbagai pihak baik  pemerintah daerah, polda, kejaksanaan maupun unsur TNI dengan melakukan bedah rumah, pemberian bibit dan pupuk gratis kepada para petani, pemberian bea siswa, dan pengobatan gratis, katanya.
    Survei terakhir menunjukan angka kemiskinan di Sulut dari 8,9 persen menjadi 8,3 persen itu berarti mengalami penurunan 0,6 persen.
    Begitu pula dengan sektor pariwisata, saat ini telah memberikan dampak ganda terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.
    “Sampai saat ini diperkirakan sebanyak delapan ribu turis asing dari Tiongkok yang datang ke empat daerah di Sulut yakni Manado, Minahasa, Bitung dan Tomohon,” katanya.
    Sedangkan dari segi keamanan menurut Ketua DPRD Sulut periode 2014-2015, daerah berpenduduk lebih dari 2,5 juta jiwa ini dikenal sebagai daerah paling aman di Indonesia, karena semua komunitas agama hidup berdampingan rukun dan damai.
    “Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan besar bagi Pemprov Sulut. Mudah-mudahan lewat forum ini dapat memberi faedah baik peserta maupun kita semua,” ungkapnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com