• Penataan Gajah Wong Diarahkan Dalam Konsep “Ecodistrict”

    0

    Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Penataan kawasan Sungai Gajah Wong di Kota Yogyakarta akan diarahkan dalam konsep “ecodistrict” yang diawali di tiga kelurahan yaitu Warungboto, sebagian Kelurahan Pandeyan dan sebagian Kelurahan Prenggan.
    “Dalam waktu dekat, akan ada tim dari pemerintah pusat yang meninjau lokasi untuk mengetahui kondisi awal,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Edy Muhammad di Yogyakarta, Jumat.
    Menurut dia, penataan kawasan dengan konsep “ecodistrict” menitikberatkan pada penataan berbasis ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
    Berdasarkan pemetaan awal, ketiga kelurahan tersebut dinilai memiliki potensi dan daya dukung yang dibutuhkan untuk dikembangkan menjadi kawasan ‘ecodistrict’ karena berada dekat dengan titik-titik bangkitan ekonomi seperti Pasar Seni dan Kerajinan Yogyakarta XT-Square, kawasan wisata Kotagede, dan situs Warungboto.
    “Harapannya, kondisi lingkungan di kawasan tersebut akan semakin lestari, diikuti dengan peningkatan ekonomi dan penguatan sumber daya manusia yang berkelanjutan termasuk di dalamnya penanganan kawasan kumuh,” kata Edy.
    Salah satu penataan di bidang lingkungan yang akan dilakukan adalah dengan memperbanyak ruang terbuka hijau, menjaga mata air yang masih ada serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan tempat tinggalnya.
    Sedangkan di bidang ekonomi, lanjut Edy, adalah mengembangkan potensi ekonomi warga di kawasan tersebut termasuk pengembangan kualitas sumber daya manusia.
    Dana yang akan digunakan untuk penataan kawasan “ecodistrict” di Sungai Gajah Wong berasal dari bantuan hibah pemerintah Perancis melalui pemerintah pusat.
    Sedangkan untuk mendukung penataan kawasan Sungai Gajah Wong secara menyeluruh, Bappeda Kota Yogyakarta juga melakuan kajian penataan sungai yang hasilnya bisa digunakan sebagai acuan penyusunan program kegiatan.
    “Secara umum, penataan dan pembangunan di kawasan sungai diarahkan melalui konsep ‘tribina’ yaitu bina lingkungan, bina ekonomi dan bina manusia dengan menyesuaikan kondisi dan potensi yang ada di wilayah,” katanya. (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com