• Pemkot Surakarta Bentuk Forum Anak Di Sekolah

    0

         Solo, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta membentuk forum anak di tingkat sekolah untuk mencegah sekaligus meminimalisasi tindak kekerasan di sekolah.
    “Bentuknya, kami memberi pendampingan forum anak di sekolah,” kata Kabid Perlindungan Anak Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas PP PA dan KB) Pemkot Surakarta Supraptiningsih di Solo, Senin.
    Ia mengatakan pendampingan dilakukan untuk meminimalisasi “bullying” yang terjadi di sekolah, meskipun  di Kota Solo sampai saat ini belum ditemukan kasus tersebut, pihaknya menilai perlu dilakukan pencegahan agar jangan sampai ada kasus “bullying” di Kota Solo.
    Dikatakan pembentukan forum anak menjadi salah satu program pemkot dalam mewujudkan Solo sebagai kota layak anak (KLA). Sejak diwacanakan 2011 melalui surat keputusan (SK) Wali Kota No.130.05/68-F/1/2011 tentang Pembentukan Gugus Tugas Pengembangan KLA, sampai saat ini program KLA terus dijalankan.
    “Tahun ini salah satu program yang digalakkan yakni mengenai program meminimalisasi ‘bullying’ pada anak. Salah satu upaya yang ditempuh yakni dengan cara mendirikan forum anak di tiap sekolah itu,” katanya.

         Ia menjelaskan untuk mencegah “bullying”, siswa sekolah akan mendapat pembekalan mental dan materi. Di antaranya pendidikan penggunaan internet yang positif. Sebab anak-anak saat ini sangat rawan mendapatkan kekerasan melalui penggunaan internet yang tidak sehat. Untuk itu adanya forum anak bertujuan melindungi anak dari kekerasan terhadap penggunaan internet yang tidak sehat.
    “Kami dalam hal ini memberi pembekalan penggunaan internet. Maka jika ada gambar atau video tidak pantas, tidak akan diakses. Sebab mereka telah mendapatkan pembekalan mental yang kuat,” katanya.
    Wali Kota Surakarta FX  Hadi Rudyatmo terus mendorong agar anak-anak di Kota Solo tidak putus sekolah. Anak-anak bisa tetap melanjutkan pendidikannya. Untuk anak-anak yang telah putus sekolah didorong agar bisa menyelesaikan pendidikannya.
    “Jika anak masih mau meneruskan pendidikan melalui pendidikan formal, maka pemerintah akan berupaya untuk memberikan akses melalui pendidikan formal,” kata FX Hadi Rudyatmo yang akrab dipanggil  Rudy.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com