• Pemkot Malang Seriusi Pembagunan Jalur Lingkar Timur

    0

         Malang, jurnalsumatra.com – Pemkot Malang, Jawa Timur menyeriusi pembangunan jalan kembar jalur lingkar timur kota itu, yakni di  Jalan Ki Ageng Gribik, Jalan Mayjen Sungkono hingga Jalan Halim Perdana Kusuma, wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Malang.
    Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Petumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Dr Jarot Edi Sulistyono di Malang, Senin, mengatakan, selain menyeriusi pembangunan jalan kembar, pemkot setempat juga akan merealisasikan pelebaran dan peningkatan jalan di sejumlah lokasi di Kecamatan Kedungkandang (sisi timur Malang).
    “Jalan kembar Ki Ageng Gribik merupakan salah satu akses dari Kabupaten Malang menuju titik lokasi pintu masuk-keluar Tol Malang-Pandaan (Mapan) yang bakal dibangun dalam waktu dekat ini. Oleh karena itu, Pemkot Malang akan melebarkan Jalan Mayjend Sungkono sekitar dua meter dan akan ditingkatkan dengan hotmix, termasuk di Jalan Halim Perdana Kusuma,” kata Jarot.

         Untuk merealisasikan proyek pembangunan akses jalan di kawasan timur Kota Malang itu, lanjutnya, dibutuhkan anggaran sekitar Rp9,2 miliar yang dianggarkan dalam APBD 2016, namun untuk Jalan Mayjen Sungkono saja mencapai Rp6,8 miliar karena selain untuk pelebaran jalan, juga untuk perbaikan selokan serta pelengsengan di kawasan itu.
    Menurut Jarot, pelebaran jalan dan keberadaan jalan kembar di kawasan timur Kota Malang tersebut, sudah menjadi kebutuhan mendesak, sebab pada jam-jam sibuk kemacetan di jalur sering terjadi kemacetan. Kendaraan yang lalu lalang di kawasan itu tidak ahnya kendaraan dari Kota Malang saja, tetapi juga dari Kabupaten Malang, apalagi kawasan itu merupakan jalur utama.
    Namun demikian, katanya, proses pelebaran dan peningkatan jalan akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan untuk mendukung rencana pembangunan Tol Malang-Pandaan. Pada semester kedua tahun ini, Jalan Mayjend Sungkono didahulukan karena lahan untuk pelebaran jalan sudah tersedia.
    Sedangkan akses jalan lainnya, seperti Jalan Ki Ageng Gribik sisi selatan, rencana pelebarannya terhambat dengan bangunan dan lahan milik warga. “Kondisi ini yang menjadi pertimbangan kami untuk menyelesaikan Jalan Mayjen Sungkono dulu, selanjutnya kami lakukan bertahap intuk jalan-jalan lainnya yang ada di kawasan timur,” urainya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com