• Pemkot Deteksi Titik Pencemaran Limbah Kali Bekasi

    0

        Bekasi, jurnalsumatra.com – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mendeteksi sejumlah titik saluran pembuangan limbah industri yang diduga mencemari aliran Kali Bekasi.
    “Akan kita kumpukan para pengelola pabrik yang terlihat membuang limbahnya langsung ke Kali Bekasi, dan langsung ditindak tegas agar mencari solusi terkait limbahnya,” katanya di Bekasi, Jumat.
    Hal itu dikatakan Rahmat dalam kegiatan menyisiri Kali Bekasi yang digagas oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bekasi mulai dari Curug Parigi, Bantargebang hingga ke Bendung Kali Bekasi di Jalan M Hasibuan, Bekasi Selatan, Jumat.
    Kegiatan menyusuri Kali Bekasi itu diikuti puluhan Aparatur Sipil Negara dari BPLH menggunakan enam perahu karet selama dua jam.
    “Saya menemukan banyak saluran di bawah tanah yang ternyata dijadikan saluran pembuangan limbah pabrik secara langsung ke sungai,” katanya.

        Rahmat mengaku telah menginstruksikan Kepala  Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi Supandi Budiman untuk mengumpulkan para pengusaha pabrik sepanjang aliran Kali Bekasi.
    “Cek sistem pengolahan limbahnya, apakah susai standar yang ditetapkan atau ada pelanggaran,” katanya.
    Kepala BPLH Kota Bekasi Supandi Budiman mengungkapkan pencemaran Kali Bekasi nampak secara kasat mata pada musim kemarau.
    “Saat itu kami melakukan pemeriksaan air Kali Bekasi, dipastikan terjadi pencemaran berat di Kali Bekasi. Bahkan dipastikan air kali sudah tercemar limbah bahan beracun dan berbahaya (B-3),” katanya.
    Dikatakan Supandi, sedikitnya dua pabrik di bantaran Kali Bekasi diketahui membuang limbahnya langsung ke sungai tanpa pengolahan.
    “Pemilik pabrik sudah diberikan surat teguran. Di antaranya pabrik saos dan kecap di Kelurahan Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu,” katanya.
    Supandi menambahkan, sejumlah pabrik di kawasan hulu Kali Bekasi juga turut menyumbang pencemaran.
    “Pencemaran di Kali Bekasi sudah terjadi sejak di hulunya, yakni Sungai Cileungsi Kabupaten Bogor. Namun hingga saat ini, pencemaran di sungai tersebut tidak pernah dapat diatasi,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com