• Pemkab Raja Ampat Luncurkan Situs Web Pariwisata-Konservasi

    0

        Manokwari, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Papua Barat, meluncurkan situs web pariwisata dan konservasi untuk menunjang layanan pariwisata di daerah tersebut.
    Kepala Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Dinas (BLUD UPTD)  Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Raja Ampat Adrianus Kaiba melalui siaran pers yang diterima Antara di Manokwari, Kamis, mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan inovasi.
    Sejak diresmikan pada tahun 2015, lembaga teknis di bawah koordinasi Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ampat, diberi kewenangan untuk mengelola kawasan konservasi perairan di daerah tersebut.
    Dia mengutarakan, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan. Peluncuran situs web dinilai sebagai salah satu langkah maju yang dapat meningkat mutu pelayanan bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
    “Sebagai daerah konservasi, kami memandang penting untuk mengelola kawasan konservasi secara profesional dan berkelanjutan demi kelestarian alam di daerah ini,” kata dia.
    Dia mengatakan peluncuran situs web sudah dilaksanakan oleh Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati di Kampung Saonek, Distrik Waigeo Selatan, Rabu (17/8). Hal ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia 2016.
    Segala informasi mengenai pengelolaan kawasan konservasi perairan Raja Ampat, kata dia, dapat di update di www.kkpr4.net yang dibuat BLUD UPTD tersebut.

        Bupati Abdul Faris Umlati mengutarakan di situs web tersebut tersedia bermacam informasi mengenai inisiatif konservasi, riset ilmiah, serta kegiatan pengelolaan kawasan konservasi perairan Raja Ampat yang berkelanjutan.
    Ia meyakini situs web itu akan membantu wisatawan domestik maupun mancanegara dalam memperoleh informasi tentang Raja Ampat, terutama terkait pengelolaan kawasan konservasi perairan.
    Selain itu, lanjutnya, situs web tersebut sangat penting untuk memastikan bahwa keanekaragaman hayati di daerah tersebut senantiasa terjaga dan dapat dinikmati dari generasi ke generasi.
    Kepulauan Raja Ampat berada di ujung barat laut Provinsi Papua Barat. Letaknya tepat di jantung segitiga terumbu karang serta pusat keanekaragaman hayati laut dunia.
    Dari hasil kajian ekologis yang dilakukan The Nature Conservancy (TNC) dan Conservation International (CI)  menunjukkan bahwa Raja Ampat merupakan rumah bagi 75 persen jenis terumbu karang di dunia dengan 553 jenis terumbu karang dan 1.437 jenis ikan karang.
    Perairan di daerah tersebut cukup kaya yang menyediakan sumber kehidupan dan mata pencaharian bagi lebih dari 40.000 penduduk yang tersebar di 135 desa di Raja Ampat.
    Masyarakat lokal di Raja Ampat mempunyai  kaitan budaya dan hak kepemilikan tradisional yang kuat atas wilayah baik darat maupun laut.
    Pemerintah setempat melalui BLUD UPTD Kawasan Konservasi Perairan terus berupaya memastikan pengelolaan kawasan konservasi perairan agar berlangsung secara efektif, efisien dan profesional.
    Hal ini untuk menjamin kelestarian dan kepuasan wisatawan dalam menikmati keindahan alam di daerah tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com