• Pemkab OKI Akan Evaluasi Kinerja Direktur RSUD Kayuagung

    0

    Selama-Iskandar-Umroh-Wakil-Bupati-OKI-H.-M.-Rifai-SE-akan-melaksanakan-tugas-tugas-Bupati-OKIKayuagung, Jurnal Sumatra – Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), HM Rifai, SE, menegaskan akan mengevaluasi kinerja Direktur RSUD Kayuagung.

    ” Besok kumpulkan para pegawai di RSUD kita gelar rapat disana, dan nanti juga akan membahas kinerja pimpinannya.”ujar Wabup, Kamis (25/8).

    Hal ini diambil tindakan oleh wabup, karena saat Bupati OKI, Iskandar SE, sedang menunaikan ibadah haji.

    Seperti diketahui pemberitaan sebelumnya, yang membuat malu Pemerintahan Kabupaten OKI, atas perlakuan oknum PNS dan para honorer di Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung yang berulah dengan menggelar pesta sabu dan judi.

    Akibatnya ketujuh pegawai tersebut digelandang ke Mapolsek Kota Kayuagung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

    “Pukulan telak” tersebut membuat malu jajaran Pemerintahan Kabupaten OKI, kurangnya pengawasan dari para pimpinan ditenggarai sebagai penyebabnya.

    RSUD Kayuagung, memang sering menjadi sorotan dalam pelayanan. Namun kali ini diperparah oleh kelakuan para pegawainya yang kedapatan pesta sabu dan judi di ruangan instalasi saran dan prasarana.

    Sementara itu, direktur RSUD Kayuagung, dr Dedi Sumantri, melalui Kabag Tata Usaha, Iskandar Fuad, SSos mengaku lalai terhadap apa yang diperbuat anak buahnya.

    “Selama ini tidak pernah terjadi hal ini, dan setiap hari ada yang piket tapi tak pernah ditemukan adanya oknum melakukan kegiatan tersebut.” kata Fuad, Kamis (25/8/2016) di ruang kerja Wakil Bupati saat jumpa pers dengan sejumlah wartawan.

    Kepala BKD OKI, Listiadi Martin, SSos, sangat prihatin dengan kejadian ini, kata dia ini merupakan pukulan bagi RSUD Kayuagung, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepegawaian bila nanti para PNS tersebut telah ditetapkan statusnya tersangka.

    “Kami tak akan mentolerir hal ini, kami akan usulkan pemecatan ke BKN bila memang statusnya telah jadi tersangka.”kata Listiadi.

    Adapun ketujuh pelaku judi dan sabu tersebut yakni Aris Munandar (36) Honorer RSUD, Muhammad Joni (56), juru Parkir RSUD, Yuskandi (40) Honorer RSUD. M Soleh (35) Honorer RSUD. Baharuddin (44) PNS RSUD Kayuagung dan Diding (44) PNS RSUD Kayuagung dan Andre (38) Honorer RSUD Kayuagung.

    Informasi yang dihimpun menyebutkan, jajaran Polsek Kayuagung mendapatkan informasi bahwa di gedung Instalasi Sarana dan Prasaran (wokrshop) RSUD Kayuagung kerap dijadikan lokasi perjudian dan sabu-sabu.

    Berbekal informasi, petugas melakukan penyelidikan dan penyergapan, sekitar 10 orang anggota Polsek Kayuagung yang dipimpin Kapolsek AKP Padli langsung mendatangi lokasi dan mendobrak pintu ruangan yang posisi tertutup, saat melihat petugas datang, sontak membuat pelaku perjudian ini kalang kabut dan tidak berkutik.

    Petugas mendobrak salah satu ruangan yang tertutup, ternyata terdapat dua orang yang tengah asyik secara bergiliran mengkonsumsi sabu-sabu, saat petugas mendobrak pintu bahkan korek api yang digunakan sebagai “kompor” masih dalam keadaan menyala.

    Saat diminta untuk menunjukan barang bukti, para pelaku ini tampak gugup  dan beberapa kali BB yang dipegang terlepas.

    Selanjutnya, petugas mengamankan barang bukti berupa tiga paket sabu-sabu, seperangkat alat hisab bong, kartu remi dan uang tunai hasil perjudian serta empat unit sepada motor.

    Untuk kepentingan penyidikan barang bukti dan para pelaku diamankan ke Mapolsek Kayuagung untuk dilakukan pengembangan menangkap bandar narkoba di daerah Sangabut Kelurahan Perigi Kayuagung, namun saat petugas datang pelaku sudah keburu kabur.

    “Saat ini sedang kita lakukan pengembangan, untuk kasus perjudian kita lakukan penyidikan, sedangkan untuk kasus narkoba kita serahkan ke Satres Narkoba.” kata AKP Padli.(ATA)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com