• Pemkab Kupang Bangun Rumah Singgah Korban KDRT

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, mulai tahun 2016 memiliki rumah singgah sebagai pusat perlindungan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di daerah itu.
    “Kasus KDRT di daerah ini sangat tinggi sehingga mendorong Pemerintah Kabupaten Kupang membangun satu rumah singgah bagi korban KDRT agar para korban mendapat hak perlindungan hukum,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kupang melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PA), Maria W Radja Lewa kepada Antara di Oelamasi, ibu kota Kabupaten Kupang, Senin.
    Kasus KDRT yang terjadi di Kabupaten Kupang terus mengalami peningkatan yaitu tahun 2013 sebanyak 98 kasus, tahun 2014 sebanyak 48 kasus sedangkan pada tahun 2015 terdapat 34 kasus.
    Ia mengatakan rumah singgah yang sudah rampung dikerjakan itu akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung agar proses pendampingan terhadap korban KDRT dapat maksimal.

        “Memang saat ini hanya dalam bentuk bangunan kosong karena belum dilengkapi fasilitas seperti meja, kursi, perlengakapan mandi dan peralatan dapur. Fasilitas itu akan dilengkapi tahun 2016 ini,” tegasnya.
    Ia mengatakan sebelum ada bangunan rumah singgah, proses pendampingan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban KDRT dilakukan di ruang kerja Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Badan Pemberdataan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Kupang.
    “Keberadaan rumah singah ini diharapkan menjadi tempat berlindung perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan, kami juga menyiapkan tenaga pendamping penasehat hukum, dokter dan phsikolog dalam membantu korban KDRT,” ungkapnya
    Ia mengatakan dalam pengatasi terjadinya kasus KDRT di daerah itu, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kupang, lebih mengedepankan satuan tugas terpadu pelayanan perlindungan perempuan dan anak (Satgas TP2PA) guna mencegah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di lingkungan setempat.
    “Dengan edukasi yang dilakukan tim Satgas TP2PA ini diharapkan dapat memberikan informasi terhadadap kaum perempuan dalam penanganan KDRT,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com