• Pemkab Kupang Bangun Dua Terminal Transit

    0

       Kupang, jurnalsumatra.com -  Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jhoni Ati, mengatakan, pemerintah Kabupaten Kupang, sedang merencanakan membangun dua terminal sebagai tempat transit bagi mobil-mobil pick up.
    “Pemerintah Kabupaten Kupang sedang merancang membangun terminal transit di wilayah perbatasan dengan Kota Kupang, sehingga persoalan yang dialami para sopir pick up yang dilarang masuk ke dalam wilayah Kota Kupang bisa teratasi,” kata Jhoni Ati ketika dikonfirmasi Antara di Oelamasi, Ibu Kota Kabupaten Kupang, Jumat.
    Ia mengatakan, pembangunan dua unit terminal itu sangat penting ke depan, karena melihat perkembangan jumlah kendaraan di Kota Kupang semakin meningkat berdampak akan terjadi kemacetan arus lalu lintas di daerah itu.
    Dua terminal yang dibangun itu berlokasi di Tarus, Kecamatan Kupang Tengah. Terminal ini akan menjadi terminal transit bagi kendaraan Pick Up pengangkut barang dari wilayah Oesao, Tuapukan dan Noelbaki serta Tarus.
    Sedangkan satu unit terminal lainnya dibangun di kawasan Oelomin, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang sebagai terminal transit kendaraan dari wilayah Selatan menuju Kota Kupang.
    “Setelah dua terminal itu dibangun maka kendaraan pick up dari Kabupaten Kupang tidak perlu masuk ke wilayah Kota Kupang, barang dagangan milik masyarakat diturunkan di terminal itu dan diangkut ke pasar-pasar dalam wilayah Kota Kupang mengunakan kendaraan dari Kota Kupang,” tegasnya.

       Ia mengatakan, dua unit terminal itu sedangkan dalam proses perencanannya sehingga kemungkinan dapat dibangun tahun 2017 mendatang.
    Ia mengatakan, pemerintah Kota Kupang seharusnya bijak dalam menangani sopir Pick Up asal Kabupaten Kupang, karena keberadaan kendaraan itu sangat membantu warga Kota Kupang dalam memenuhi kebutuhan warga Kota Kupang seperti sayur-sayuran dan buah-buahan untuk dijual di Kota Kupang. Selain itu juga akan kontribusi para sopir setiap hari melalui pembayaran retribusi parkir.
    “Harusnye pemerintah Kota Kupang lebih bijak dan menangani persoalan ini dengan hati. Perlu diketahui masuknya mobil pick up dari Kabupaten Kupang ke wilayah Kota Kupang ada prosesnya. Ada kesepakatan bersama yang dilakukan Bupati Kupang, Walikota Kupang dan Gubernur NTT. Jangan menyangkal tentang hal itu,” kata Jhoni Ati.
    Pemerintah Kota Kupang perlu melihat kembali proses pengoperasian kendaraan-kendaraan itu secara baik.
    “Jangan dianggap masuknya kendaraan pick up itu ke wilayah Kota Kupang sebagai sampah. Peran mobil-mobil pick up ini sangat besar dalam rantai usaha ekonomi warga Kota Kupang yang semakin berkembang,” tegasnya.
    Ia mengatakan, jumlah kendaraan pick up yang beroperasi di Kabupaten Kupang tercatat 356 unit dan yang melayani trayek ke Kota Kupang sebanyak 100 unit kendaraan pick up yang setiap hari mengangkut berbagai jenis hasil pertanian yang dijual di berbagai pasar di Kota Kupang.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com