• Pemkab Gorontalo Utara Terima Hasil Peneliti Jepang

    0

         Gorontalo, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menerima hasil penelitian dari Universitas Ehime, Jepang yang dilakukan di beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Tomilito.
    Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, Selasa mengatakan, selama 1 minggu para peneliti dari Universitas Ehime Jepang yaitu Profesor Koji Omori dan Profesor Hiroki Hata melakukan penelitiannya terkait lingkungan dan kondisi laut di wilayah ini.
    “Mereka sudah melaporkan hasil penelitiannya kepada pemkab dimana yang perlu menjadi perhatian serius adalah erosi saat musim penghujan, sebab endapannya terbuang ke laut dan berpotensi mengganggu ekosistem laut,” ujar bupati.
    Hasil penelitian tersebut juga merekomendasikan agar pemkab melakukan pendataan beragam jenis ikan yang menjadi hasil tangkapan nelayan tradisional.
    Rekomendasi tersebut sudah diterima pemkab kata bupati, untuk ditindak lanjuti dalam rangka upaya meningkatkan program pertanian, perikanan dan kelautan di daerah ini.

         Penelitian pihak Universitas Ehime adalah bagian dari kerja sama yang sudah dibangun dengan pemkab untuk meneliti beragam potensi yang akan dikembangkan di daerah ini, baik di darat maupun laut.
    Intinya, mereka ingin memastikan jika kondisi lingkungan di Gorontalo Utara tidak tercemar oleh limbah kimia.
    Sebab akan dibangun kerja sama produktif dimana pihak Ehime Jepang akan memberikan dukungan dana maupun siap menerima komoditas ekspor dari Gorontalo Utara di sektor pertanian dan perikanan dengan harga menjanjikan.
    Saat ini, harga beras lokal berada di kisaran Rp8.500-Rp10.000/liter, namun jika petani bisa memproduksi beras organik dan dari kualitas tanah bebas cemaran, maka prospektif untuk ekspor ke Jepang dengan harga mencapai Rp80.000-Rp100.000/liter.
    Sehingga penelitian ini kata bupati, diharapkan benar-benar mampu mendukung pengembangan produksi pertanian, perikanan dan kelautan di daerah ini.
    Setelah penelitian tersebut, pihak Ehime akan kembali mengirimkan salah seorang guru besarnya, yang akan fokus meneliti potensi pembudidayaan mutiara laut.
    Pemkab menyambut terbuka kerja sama tersebut sebab daerah ini sangat prospektif sebagai daerah penghasil pangan khususnya produk organik untuk komoditas ekspor.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com