• Pembangunan PLBN Mota Ain Sudah 93 Persen

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Proyek pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Mota Ain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur sudah mencapai 93 persen, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT Andre Koreh di Kupang, Selasa.
    “Untuk pembangunan tahap pertamanya dipastikan akan selesai pada Oktober tahun ini kemudian yang tahap keduanya akan berakhir pada tahun ini juga seperti pembangunan pasar dan jembatan timbang,” katanya kepada wartawan.
    Tahap pertama pembangunan untuk administrasi Imigrasi dan Beacukai akan selesai, setelah itu dilanjutkan dengan pembangunan tahap kedua.
    Hal in disampaikannya berkaitan dengan hasil kunjungan kerja dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljoni beberapa waktu lalu di gerbang utama Indonesia menuju Timor Leste itu.
    Dalam kunjungan Menteri PUPR tersebut selain meninjau pembangunan PLBN Mota Ain yang berada di desa Silawan, Kabupaten Belu, Menteri Basuki juga meninjau progres dari pembangunan bendungan Raknamo yang terletak di Desa Raknamo, Kabupaten Kupang sekitar 30-an kilometer dari Kota Kupang.
    Untuk wilayah NTT ada tiga PLBN yang hingga kini sedang dibangun, yakni di Mota Ain Kabupaten Belu, PLBN Matamasin Kabupaten Malaka, serta PLBN wini Kabupaten Timur Tengah Utara yang berbatasan langsung dengan wilayah kantung (enclave) Timor Leste, Oecusse.
    Pemerintah Indonesia sendiri saat ini tengah membangun tujuh buah PLBN selain tiga yang berada di NTT sisanya berada di Entikong, Aruk, Badau, serta Skouw.

        “Semua PLBN tersebut menurut pak Menteri akan selesai pada 2017 namun untuk pembangunannya masih membutuhkan Rp1,7 triliun,” kata Andre Koreh.
    Andre juga menjelaskan tujuan dari pembangunan sejumlah PLBN termasuk yang berada di NTT tersebut untuk mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah perbatasan.
    Dengan adanya PLBN tersebut maka ada juga dibangun pasar perbatasan sehingga warga negara perbatasan dari negara tetangga bisa berbelanja kebutuhan hidup di PLBN yang telah dibangun.
    Terkait apakah ada kendala dalam pembangunan PLBN Mota Ain yang dibangun oleh PT Waskita Karya tersebut Andre mengatakan hingga saat ini proses pembangunannya berjalan lancar, tanpa adanya kendala.
    “Masyarakat di perbatasan rela menghibahkan lahannya untuk pembangunan PLBN dimaksud sehingga tidak ada kendala sama sekali dalam pelaksanaannya di lapangan,” ujarnya.
    Pembangunan PLBN Mota Ain, jika dibandingkan dengan pembangunan proyek serupa di Wini dan Motamasin, bergerak lebih cepat karena merupakan gerbang utama Indonesia menuju negara setengah Pulau Timor yang baru merdeka pada 20 Mei 2002 setelah 23 tahun menjadi bagian dari NKRI melalui referendum pada Agustus 1999.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com