• Pelintas Perbatasan Motaain 100 Orang Per Hari

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah orang yang melintas di Pintu Perbatasan Motoain dari Timor Leste menuju daerah itu mencapai 100 orang per hari termasuk yang melakukan perjalanan wisata.
    “Dari pantauan kami rata-rata jumlah pergerakan manusia dari Timor Leste masuk melalui Pintu Perbatasan Motaain sekitar 100 orang per hari pada hari-hari biasa,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu di Kupang, Kamis.
    Ia mengatakan tujuan kedatangan ratusan orang tersebut bervariasi di antaranya untuk bekerja, mengunjungi sanak keluarga dan juga untuk berwisata.
    “Bahkan pada masa hari raya, jumlah pergerakan manusia dari Timor Leste ke NTT bisa mencapai 200 orang per hari,” tambahnya.
    Dia mengatakan Motaain di Kabupaten Belu yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste itu merupakan salah satu pintu masuk wisatawan ke NTT melalui jalur darat.
    “Mereka tidak hanya pengunjung dari Timor Leste namun juga wisatawan dari Australia yang menggunakan penerbangan Australia-Timor Leste kemudian masuk ke NTT melalui jalur darat lewat pintu perbatasan itu,” katanya.
    Menurut Marius, pergerakan orang dari negara-negara tetangga seperti Timor Leste dan Australia menunjukkan bawah sektor pariwisata NTT semakin menarik perhatian pengunjung.

        Dia menjelaskan jumlah wisatawan ke NTT menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga kini sudah mencapai sekitar 480.000 orang. Namun, lanjut dia, jumlah tersebut tidak sepenuhnya akurat karena masih banyak wisatawan antarpulau yang tidak tercatat dengan baik.
    “Jumlah wisatawan saat ini lebih dari catatan BPS sekitar 480.000 orang, karena saat ini wisatawan tidak hanya masuk melalui pintu utama seperti Labuan Bajo dan Eltari Kupang namun juga melalui jalur perbatasan negara maupun melalui kapal laut antar pulau,” katanya.
    Dari semua pintu masuk ke NTT, jumlah yang paling banyak melalui Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat karena terhitung dari Januari-Juni 2016 sudah lebih dari 16.000 wisatawan masuk dari sana.
    Meningkatnya jumlah pengunjung tersebut, kata dia, merupakan peluang emas bagi pemerintah daerah untuk mendorong pergerakan ekonomi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata.
    “Arus manusia masuk melalui Motaain dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempromosikan dan menjual sektor usahanya seperti penginapan, kuliner, trasnportasi dan produk lainnya untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung,” katanya.
    Menurut dia, setiap ada pergerakan orang dalam jumlah banyak di suatu tempat harus dilihat sebagai geliat ekonomi yang menghadirkan peluang usaha untuk memperoleh keuntungan.
    “Pemerintah daerah dan masyarakat setempat harus jeli memanfaatkan peluang yang muncul dari meningkatnya jumlah pengunjung di daerah sehingga berbagai potensi daerah dan hasil kreativitas bisa diuangkan,” kata Marius Ardu Jelamu.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com