• Ogan Ilir bebas dari Vaksin Palsu

    0

    vaksin palsuINDRALAYA, jurnalsumatra.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir memastikan bahwa Kabupaten Ogan Ilir  (OI) terbebas dari vaksin palsu. Hal ini didasar atas komitmen Dinas Kesehatan Ogan Ilir yang mengambil vaksin langsung dari kementerian kesehatan melalui distributor resmi.

    Menurut Kabid Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Hj. Sumayati bahwa untuk kabupaten OI bebas dari vaksin palsu.

    “Ya, Alhamdulillah Ogan Ilir terbebas dari vaksin palsu yang belakangan ini mencuat ke publik. Kami pastikan imunisasi yang diberikan aman karena 25 puskesmas dan klinik tertentu yang ada di Ogan Ilir menggunakan vaksin yang di distribusikan langsung dari pemerintah pusat melalui distributor resmi,” Imbuhnya.

    Menurutnya, memang selama ini vaksin yang diperoleh baik itu vaksin BCG, campak, polio, hepatitis B dan tetanus toksoid di distribusikan langsung oleh pemerintah pusat sehingga aman jika dilakukan imunisasi.

    Masih katanya, tentu klinik akan berkoodinasi dengan Dinkes OI untuk pembelian semua vaksin.

    Sedangkan untuk klinik yang dikelola swasta langsung membeli ke distributor tanpa berkoordinasi dengan Dinkes OI.

    “Kalau untuk klinik swasta di Ogan Ilir kami belum memantaunya, apakah menemukan vaksin palsu atau tidak. Tapi untuk di Sumsel, terutamanya Ogan Ilir aman dari adanya vaksin palsu,” Terangnya.

    Sebagai antisipasi adanya vaksin palsu, pihaknya sejak 18 Juli lalu telah melayangkan surat edaran ke 25 puskesmas yang ada di Ogan Ilir sejak 18 Juli.

    Surat edaran itu didasarkan atas rujukan surat dari kementerian kesehatan tertanggal 24 Juni lalu.

    Dalam surat tersebut, pihaknya mengimbau kepada pelaksana pelayanan imunisasi baik pemerintah dan swasta untuk dapat memeriksakan kembali sumber pembelian vaksin, baik vaksin BCG, campak, polio, hepatitis B dan tetanus toksoid.

    Tapi jika diragukan diharap vaksin tidak digunakan.

    “Kami juga mengimbau agar pelaksana pelayanan imunisasi dapat membeli vaksin dari distribusi resmi PT Biofarma, memantau dan melaporkan ke dinkes atau Balai POM setempat jika ada vaksin diragukan, memantau dan melaporkan ke dinkes bila ada orangtua pasien yang melaporkan kejadian ikutan pasca imunisasi karena vaksin itu,” Tutupnya. (Edi)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com