• NPC Sumsel Minta Kesetaraan Hak Namun Tidak Dipandang

    0
    Jpeg

    NPC Sumsel Minta Kesetaraan Hak Namun Tidak Dipandang

    Palembang, jurnalsumatra.com -  NPC (National paralimpic komite)  Sumsel Meminta DPRD Sumsel melalui Komisi V agar memperjuangkan kesetaraan hak mereka dengan manusia sempurna, Senin (29/8/2016).

    Kesetaraan yang didinginkan bukan kebutuhan hidup sehari hari akan tetapi kesetaraan hak sebagai atlet disabilitas dengan Atlet sempurna.

    Menurut Ketua NPC Sumsel Ryan Jauhari saat mengungkapkan keinginan mereka didepan Fahlevi Maizano sebagai Atlet penyandang disabilitas mereka tidak diperhatikan pemerintah provinsi Sumsel.

    Selain Sebagai Ketu a Ryan Jauhari juga Atlet bulutangkis menjelaskan NPC sesuai permendagri juga berhak menjadi  penerima dana hibah.

    Ryan menjelaskan “Sudah sepuluh kali kami ajukan audiensi, tak pernah sama sekali diterima. Padahal NPC setingkat KONI, dan Pak Alex juga ketua KONI provinsi, tidak mengangap kami sebagai atlet” ungkap Ryan, didepan Fahlevi.

    Karena Kesal tak ditanggapai, pengurus NPC Sumsel mendatangi kantor Gubernur Sumsel untuk menemui Asisten III Setda Sumsel Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Ahmad Najib. Mereka dikelabui staf Kesra mengatakan atasannya sedang ke luar negeri. Akan tetapi Tiba-tiba yang bersangkutan tepergok saat keluar dari pintu depan gedung saat pengurus NPC Sumsel masih menunggu di luar.

    “Tadinya mau temui Pak Alex langsung, tapi ada di luar negeri. Jadi kami pilih pak Najib saja, tapi kami dibohongi, katanya Pak Najib juga keluar negeri, nyatanya ada. Ketemu waktu dia mau keluar,” ujarnya.

    Menurutnya bentuk perhatian yang diminta para atlet disabilitas tak mesti serupa dengan atlet dalam naungan KONI. Namun, pemerintah semestinya juga memberikan dukungan terhadap even yang bakal dijalani atlet disabilitas asal Sumsel.

    “Jangankan uang saku, makan saja harus bagi-bagi sama peserta pelatda. Makanya ada yang masuk rumah sakit karena kurang makan. Padahal kami juga ingin mengharumkan Sumsel,”  jelasnya.

    Selain kepada Alex Noerdin, pengurus NPC Sumsel juga menyesalkan sikap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel, Akhmad Yusuf Wibowo, selalu ketua kontingen Sumsel di ajang Pekan Paralympian Nasional (Peparnas). Sebab, Yusuf tak pernah menggubris permasalahan yang dihadapi para atlet.

    “Kami sudah mencoba menghubungi Pak Kadispora, saya telepon dan SMS tak ada respons. Dia seharusnya mengurus kami,” tegas Ryan.

    Menanggapi hal tersebut, Asisten III Setda Sumsel Bidang Kesra, Ahmad Najib mengatakan, anggaran Peparnas merupakan tanggung jawab Dispora Sumsel. Namun pihaknya hingga kini masih mencari solusi mengatasinya.

    “Memang yang sudah terprogram itu Pelatda PON, karena ini (atlet disabilitas) sudah lepas, tinggal kita cari solusinya gimana,” singkatnya.(eka/mdk)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com